Deng Ical: Jika tak Dihentikan, HIV/AIDS Bisa Hancurkan Peradaban

Syamsu Rizal MI menyebut penyakit HIV/AIDS adalah bagian dari masalah sosial kemasyaraktan yang bukan hanya masalah medis.

Deng Ical: Jika tak Dihentikan, HIV/AIDS Bisa Hancurkan Peradaban
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal coffe morning bersama sejumlah jurnalis dan aktivis peduli HIV/AIDS, di Nipah Mall, Jumat (7/12/2018). (FAHRIZAL SYAM) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Wali Kota Makassar yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS, Syamsu Rizal MI menyebut penyakit HIV/AIDS adalah bagian dari masalah sosial kemasyaraktan yang bukan hanya masalah medis.

"HIV AIDS ini berkaitan dengan gaya hidup, perlakuan orang, dan banyak hal, yang terutama sekali akan mempengaruhi tingkat produktivitas orang kalau kita tidak mampu mengatur dengan baik, dan itu bisa menghancurkan peradaban," kata Deng Ical, Jumat (7/12/2018).

Menurut Deng Ical, persoalan HIV AIDS harus disikapi secara proporsional, dan tidak boleh ada pihak yang merasa tidak mau ikut karena merasa kemungkinan terpapar HIV sangat kecil.

Baca: TRIBUNWIKI: Lokasi ATM Bank Sulselbar di Soppeng

Baca: Hari AIDS Sedunia, Deng Ical Ajak Seluruh Elemen Lebih Peduli

Baca: Mulan Jameela Akhirnya Blak-blakan Soal Skandal Ahmad Dhani, Ngaku Rasakan Ini

"Tdak boleh, karena semua memiliki peluang untuk terpapar, dan semuanya juga punya kesempatan ambil bagian dalam prosea pencegahannya. Ini kita mau, supaya semua komponen menganggap bahwa masalah HIV AIDS adalah masalah bersama, sehingga mengambil peran sesuai profesi dan situasinya," imbuhnya.

Lanjut Deng Ical menjelaskan, secara kumuluatif di Kota Makassar ada sekitar 6.700-an penderita, tapi yang mendpat treatment sekitar 2.500-an untuk ARV dan ODHA.

"Kita sudah lakukan langkah untuk mencapai 3 Zero, pertama memastikan tak ada diskriminasi, perlakuan berbeda, dan perkembangan, dan juga tak ada penyebaran dari segi kualitas, yang HIV tetap tidak sampai AIDS, mudah-mudahan kita bisa segera temukan obat yang bisa menghancurkan virus HIV," unhkapnya.

"Tapi sudah ditemukan tretment untuk tidak berkembang dari HIV ke AIDS, Alhamdulillah dengan obt Anti Retro Viral itu, HIV tidak berkembang ke AIDS sehingga produktivitas tidak terganggu. Ini yang kita mau agar dilakukan semua orang terutama mengurangi lingkungan strategis penyebaran, kita ingin semua sadar bahwa ternyata ini penyebab HIV dan harus dihindari," tambahnya.

Deng Ical mengatakan, anak-anak jaman now adalah yang paling rawan terpapar virus mematikan ini, karena pola pergaulan atau lifestyle yang rawan misalnya berganti-ganti pasangan atau bahkan LBGT. 

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

A

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved