Bupati Luwu Timur Kunjungi Kakak Adik Tak Sekolah karena Kendala Biaya, Kades Puncak Indah Marah

Gusarnya Husler karena Kepala Desa Puncak Indah, Muh Chakir, tidak pernah melapor ke Dinas Pendidikan Luwu Timur soal kondisi Rama dan Riska.

Bupati Luwu Timur Kunjungi Kakak Adik Tak Sekolah karena Kendala Biaya, Kades Puncak Indah Marah
ivan/tribunlutim.com
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler menyerahkan bantuan peralatan sekolah kepada Rama dan Riska, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Bupati Luwu Timur, Thorig Husler, gusar saat menemui Rama (13) dan Riska (12) yang putus sekolah karena orangtuanya tak punya biaya, Rabu (5/12/2018).

Gusarnya Husler karena Kepala Desa Puncak Indah, Muh Chakir,  tidak pernah melapor ke Dinas Pendidikan Luwu Timur soal kondisi Rama dan Riska.

Husler mengetahui kondisi kakak adik itu dari pemberitaan tribunlutim.com, Selasa (4/12/18).

Baca: Pak Bupati Luwu Timur, Ada Wargata Tidak Sekolah karena Tak Bisa Beli Seragam

"Aduh ternyata ada kondisi wargaku seperti ini. Harusnya kepala desa proaktif," kata Husler

Seharusnya kata Husler kepala desa proaktif mendata warganya apalagi yang putus sekolah.

Baca: Bupati Luwu Timur Bareng Istri Beri Bantuan Warga Miskin yang Tak Mampu Sekolahkan Anak

Sebab, kepala desa perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur.

Terungkap, sebelum Husler menemui Rama dan Riska, Muh Chakir datang memarahi orangtua anak tersebut.

Sarli dimarahi kepala desa karena dituduh melapor terkait kondisinya yang miskin hingga diketahui pemerintah.

"Pak desa sempat datang marah-marah karena na bilang saya melapor soal ini. Padahal tidak kasihan, orang sendiri yang tahu," kata Sarli.

Sarli adalah teman Muh Chakir sebelum menjadi kepala desa, Sarli sering menemani Chakir bermalam di kebunya.

"Saya biasa temani kepala desa kerja kebunnya. Bahkan bermalam di kebunnya," kata Sarli.

Sarli pun sudah melaporkan kondisi anaknya yang tidak sekolah kepada kepala desa.

Tujuannya agar kondisinya yang miskin bisa disampaikan ke dinas pendidikan agar anaknya kembali bisa sekolah.

"Saya sudah melapor tapi nda tahu bagaimana kelanjutannya," ujar Sarli.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved