Akhirnya Sampah Puluhan Tahun Mengendap di Danau Matano Luwu Timur Dibersihkan

Alat berat dikerahkan untuk mengangkat sampah yang menurut warga sudah puluhan tahun mengendap di areal Dermaga Sorowako.

Akhirnya Sampah Puluhan Tahun Mengendap di Danau Matano Luwu Timur Dibersihkan
Dok Humas dan Protokol Luwu Timur
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia membersihkan sampah di seputaran Dermaga Danau Matano, Sorowako, Kecamatan Nuha, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (1/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia membersihkan sampah di seputaran Dermaga Danau Matano, Sorowako, Kecamatan Nuha, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (1/12/2018).

Ikut serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulsel bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Nikel dan Sorowako.

Alat berat dikerahkan untuk mengangkat sampah yang menurut warga sudah puluhan tahun mengendap di areal Dermaga Sorowako.

Baca: Disdukcapil Luwu Timur Imbau Warga Segera Urus KTP-el untuk Pemilu 2019

Baca: Thorig Husler Minta Kerukunan Keluarga Basse Sangtempe Jaga Kerukunan di Luwu Timur

Sampah yang diangkat dari danau kemudian dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pembersihan sebagai upaya menyelamatkan Danau Matano dari pencemaran limbah masyarakat.

Kepala DLH Luwu Timur Andi Tabacina Akhmad, mengatakan, kegiatan bagian dari program Cinta Lingkungan Bersih dan Keren (CLBK). Menurutnya, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat.

"Kita punya Danau Matano yang mempunyai banyak keunikan. Danau ini punya potensi besar untuk menjadi ikon pengembangan wisata," kata Andi Tabacina kepada TribunLutim.com.

Hanya saja kata dia, sampah merusak keindahannya."Demi Luwu Timur, ayo sama-sama kita selamatkan Danau Matano dari sampah," imbuhnya.

Kegiatan menjadi momen yang baik untuk mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan terutama di danau.

"Ini penting, sebab wilayah danau ini memang ditergetkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata nantinya," tuturnya.

DLH juga mengapresiasi dukungan PT Vale Indonesia membantu menurunkan alat beratnya agar pembersihan sampah bisa berjalan lancar.

Sebab, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah berniat menjadikan Danau Matano dan Danau Towuti sebagai ikon pariwisata di Sulsel.

Warga pun harus memberi perhatian lewat kepedulian bersama untuk menjaga lingkungan Danau. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved