Jembatan Tana Didi Amarang Maros Belum Juga Rampung, Warga Tagih Janji Kadis PU

Tahun lalu, Alfian berjanji jembatan tersebut segera rampung dan dilintasi oleh warga dan kendaraan diakhir 2017.

Jembatan Tana Didi Amarang Maros Belum Juga Rampung, Warga Tagih Janji Kadis PU
Ansar/tribun-timur.com
Proyek jembatan Tana Didi-Amarang, Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan belum rampung, Rabu (4/7/2018). Berdasarkan masa kontrak pengerjaan, proyek seharusnya rampung Desember 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Warga Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) berharap proyek Jembatan Tana Didi-Amarang segera dirampungkan.

Pasalnya warga Tana Didi selama ini terisolasi jika air sungai sedang pasang. Sementara jembatan yang telah menelan dana Rp 17 miliar belum juga rampung.

Warga setempat, Fahmi, Rabu (4/7/2018) menuturkan selama ini warga sangat kewalahan jika ingin berbelanja di Pasar Amarang.

Baca: Kecewa, Warga Tanralili Maros Tumpuk Sampah di Sekitar Proyek Jembatan Mandek

Baca: Proyek Jalan Beton Jadi Biang Macet di Bambu Runcing Maros, Kontraktor Diminta Lakukan Ini

"Kami sangat kecewa. Ada jembatan, tapi tidak bisa dilintasi. Untuk apa ada jembatan dibangun, kalau tidak mau dirampungkan. Apakah itu hanya untuk bikin senang-senang warga di sini,"katanya.

Karena itu, kata dia, warga menagih janji Kepala Dinas PU, Alfian Amri. Tahun lalu, Alfian berjanji jembatan tersebut segera rampung dan dilintasi oleh warga dan kendaraan diakhir 2017.

Namun janji tersebut tidak terealisasi. Jembatan malah dibiarkan terbengkalai dan tidak ada aktivitas pembangunan.

Terkait keluhan warga itu, tribun-timur.com berusaha menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maros, Alfian Amri via telepon selularnya. Sayangnya hingga kini nomor telepon Alfian tidak aktif.

Sekadar informasi, proyek yang telah menguras APBD sebanyak Rp 17 miliar tersebut belum rampung hingga sekarang. Padahal masa kontrak pengerjaan proyek berakhir 11 Desember 2017.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help