Home »

Luwu

Jelang Panen Raya, Perpadi Luwu Minta Bulog Pertahankan Harga Beli Beras di Penggilingan

Bulog menetapkan harga beli beras dikisaran Rp 8.030 dan saat ini dikabarkan akan turun menjadi Rp 7.400.

Jelang Panen Raya, Perpadi Luwu Minta Bulog Pertahankan Harga Beli Beras di Penggilingan
desy/tribunluwu.com
Ketua Perpadi Kabupaten Luwu, Wahyu Napeng 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Luwu, Wahyu Napeng, meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) menetapkan harga beli beras di penggilingan.

Pasalnya, saat ini Kabupaten Luwu akan memasuki panen raya. Wahyu mendengar kabar harga beli Bulog di penggilingan akan diturunkan dari harga yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Sepanjang sejarah baru kali ini terjadi terdengar harga dasar pemerintah tiba-tiba akan diturunkan. Padahal ini diatur dalam Kepres. Kalau ini terjadi kasihan masyarakat petani di Sulsel apalagi di Kabupaten Luwu yang saat ini akan melakukan panen raya," katanya, Kamis (7/6/2018).

Baca: Potensi Zakat Mal Pertanian di Enrekang Bisa Capai Rp 4 M Sekali Panen

Baca: Tak Butuh Asupan Beras Impor, Stok di Bulog Sulsel Aman hingga 31 Bulan

Sebelumnya Bulog menetapkan harga beli beras dikisaran Rp 8.030 dan saat ini dikabarkan akan turun menjadi Rp 7.400.

"Pedoman yang digunakan petani dan pengusaha penggilingan berdasarkan harga beli Bulog. Kalau daya beli Bulog terhadap beras di penggilingan turun, akan menyebabkan para pelaku usaha akan bangkrut atau gulung tikar," ungkapnya.

Disamping itu, lanjut Wahyu, para pengusaha sudah membeli mahal gabah para petani di atas harga yang ditetapkan oleh Pemerintah, berbanding terbalik dengan apa yang akan diterima pengusaha.

"Maka dari itu saya harap pemerintah pusat dalam hal ini BUMN yang membawahi Bulog agar menetapkan harga sebelumnya yakni Rp 8.030," harapnya.(*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help