Pengikut Aliran Tahjul Khalwatiyah di Jeneponto Diminta Hentikan Aktivitas, Terbukti Sesat?

Pemberhentian aktivitas Tahjul Khalwatiyah untuk sementara waktu itu berlaku hingga keluar hasil kajian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pengikut Aliran Tahjul Khalwatiyah di Jeneponto Diminta Hentikan Aktivitas, Terbukti Sesat?
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Rapat Forkopimda Jeneponto membahas keberadaan aliran Tahjul Khalwatiyah Syekh Yusuf berlansung di kantor Bupati Jeneponto, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (27/12/2017) pagi. 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jeneponto dan beberapa pengikut aliran Tahjul Khalwatiyah Syekh Yusuf.

Rapat berlangsung di kantor Bupati Jeneponto Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Rabu (27/12/2017) pagi. Hadir Sekretaris MUI Sulsel Prof Muhammad Ghalib, Ketua MUI Jeneponto Dr KH Jumatang Rate, dan Ketua Muhammadiyah Jeneponto Suaib Sewang, Dandim 1425 Jeneponto Letkol ARH Sugiri, dan Kasi Pidum Kejari Jeneponto Rizki.

Rapat membahas keberadaan aliran Tahjul Khalwatiyah Syekh Yusuf di Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto. Rapat berlangsung cukup alot lantaran muncul perbedaan tentang ajaran ala Tahjul Khalwatiyah dengan beberapa tokoh ulama yang hadir.

Akhirnya dalam rapat itu, disimpulkan agar pengikut aliran Tahjul Khalawatiyah yang ada di Jeneponto menghentikan aktivitasnya sementara waktu.

Baca: Warga Tolak Pengikut Tahjul Khawaltiyah, Ini Kata Kapolres Jeneponto

Baca: Ini Kata Ketua MUI Jeneponto Soal Tahjul Khalwatiyah Syekh Yusuf

"Jadi kami minta pengikut tarekat (Tahjul Khalwatiyah) ini menahan diri dulu untuk melakukan aktivitasnya karena dari masyarakat sudah muncul adanya gerakan penolakan," kata Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto usai rapat.

Pemberhentian aktivitas Tahjul Khalaatiyah untuk sementara waktu itu berlaku hingga keluar hasil kajian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait ajaran aliran tersebut.

"Jadi waktunya itu kita serahkan ke MUI untuk melakukan kajian terkait tarekat ini. Entah hasilnya tidak terbukti atau terbukti sesat nanti kita lihat. Yah kalau tidak terbukti silahkan dilanjutkan tapi kalau diputuskan sesat maka kita imbau untuk menghentikan aktivitasnya," ungkapnya.

Pihaknya, lanjut Hery, tidak melarang keberadaan pengikut aliran Tahjul Khalawatiya dengan catatan proses ibadah dapat disesuaikan dengan cara ibadah masyarakat umumnya.

Keputusan itu diambil sebagai solusi untuk menghindari adanya konflik sosial di masyarakat. Sekadar informasi, terjadi pro kontra keberadaan aliran Tahjul Khalwatiyah Syekh Yusuf di Desa Datara, Kecamatan Bontoramba.

Beberapa warga setempat menyambut baik kehadiran aliran itu dan beberapa warga lainnya menolak lantaran dianggap berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help