Warga Tolak Pengikut Tahjul Khawaltiyah, Ini Kata Kapolres Jeneponto

Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto yang ditemui usai melaksanakan salat Jumat di masjid Kampung Ci'nong

Warga Tolak Pengikut Tahjul Khawaltiyah, Ini Kata Kapolres Jeneponto
muslimin/tribunjeneponto.com
Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto berikan imbauan kepada warga di Kampung Ci'nong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Jumat (15/12/2017) siang. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Mendapat penolakan warga di Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, sejumlah pengikut aliran Tahjul Khalawatiyah Syekh Yusuf di Jeneponto, menggelar salat Jumat di kampung Ci'nong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Jumat (15/12/2017).

Pantauan TribunJeneponto.com, pengikut aliran itu terlihat melaksanakan salat di salah satu rumah warga di kampung Ci'nong.

Tidak jauh dari lokasi tempat salat para pengikut aliran Tahjul Khalawatiya itu, puluhan personel Polres Jeneponto nampak berjaga-jaga mengantisipasi adanya penolakan yang sama oleh warga setempat.

Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto yang ditemui usai melaksanakan salat Jumat di masjid Kampung Ci'nong, mengimbau agar warga tidak mengganggu aktivitas pengikut aliran Tahjul Khalawatiyah untuk sementara waktu.

"Peran kami memberi pemahaman kepada masyarakat luas bahwa tidak usah mengganggu kegiatan mereka, biarkan saja dulu nanti biar Umarah kita-kita ini pemerintah melakukan pendekatan kepada mereka," kata Hery.

Selain itu, pihaknya mengaku saat ini sedang membangun koordinasi dengan unsur Muspida terkait keberadaan aliran Tahjul Khawatiyah di Jeneponto.

"Termasuk berkoordinasi dengan MUI, Depag untuk mempelajari aliran ini. Jadi nanti kita akan panggil mereka (pengikut aliran Tahjul Khalawatiyah), intinya kita pemerintah berembuk dulu setalh satu oemahaman kita undang mereka untuk diskusi," ujarnya

Alasan penolakan kehadiran aliran Tahjul Khalwatiya oleh warga, menurut Hery disebabkan adanya perbedaan dalam tata cara beribadah.

"Ya itu mereka (warga) merasa khawatir kok berbedah, samalah semua kalau melihat sesuatu yang berbedah tidak pada umumnya kita kan merasa tidak nyaman, salah satunya itu menurut informasi setelah mereka (aliran Tahjul Khalwatiyah) salat jumat ada lagi salat duhurnya," tutur Hery.

Sebelumnya, Jumat (08/12/2017) pekan lalu, sejumlah warga terlibat eributan dengan sejumlah pengikut aliran Tahuj Khalwatiyah di Dusun Butta Le'leng, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved