TribunTimur/

Disdik Sulsel bakal Rotasi 1700 Guru 'Jomblo'

Dari data terakhir yang diterima Kadisdik Sulsel, telah tercatat 1700 guru masih jomblo yang kini bertugas di 521 sekolah di Sulsel.

Disdik Sulsel bakal Rotasi 1700 Guru 'Jomblo'
Istimewa
Orasi None jelang Hari Jadi Sulsel 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pendidikan Sulsel punya cara tersendiri dalam pemerataan kualitas pendidikan di sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah luar biasa (SLB).

Salah satu caranya, yakni dengan melakukan rotasi bagi guru yang ada di 24 kabupaten dan kota se Sulsel.

Namun, rotasi yang akan di laksanakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo dalam waktu dekat ini akan terbilang unik.

Pasalnya mereka yang akan dirotasi itu hanya diperuntukkan bagi guru yang berstatus single (Jomblo).

Saat ini, None sapaan Kadisdik Sulsel ini mengaku mulai menggodok sekolah - sekolah yang memiliki guru yang masih jomblo.

Dari data terakhir yang diterima Kadisdik Sulsel, telah tercatat 1700 guru masih jomblo yang kini bertugas di 521 sekolah di Sulsel.

Ia menjelaskan, kenapa memilih merotasi guru jomblo?

Hal tersebut karena mereka belum terikat hubungan nikah, dimana mereka bisa leluasa mengabdikan dirinya kepada negara dan bangsa melalui bidang pendidikan.

"Yaa supaya ada suasana baru lah," ujar None, Rabu saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Rabu (6/12).

Lanjut None, alasana sehingga mengadakan rotasi ini karena masih saja ada sekolah yang minim tenaga guru, dan ada juga sekolah yang memiliki lebih tenaga guru.

Dengan itu, Disdik Sulsel pun menginisiasi untuk merotasi agar sekolah yang tidak memiliki pengajar itu segera diisi dengan guru yang ada di sekolah yang memiliki tenaga guru lebih.

"Jadi ini tujuannya untuk pemerataan pendidikan, " None menambahkan.

Para guru yang akan di rotasi itu akan ditugaskan di bagian Bina Kesiswaan (BK) dan guru bahasa inggris, serta penjaskes.

Di Sulsel sendiri, total guru berjumlah 16.800 guru. (*)

Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help