TribunTimur/
Home »

Lutra

Infrastruktur Buruk, Begini Cerita Warga Rampi Luwu Utara Gotong Mayat Sejauh 36 Km

Akses yang sulit memaksa warga setempat memikul mayat yang akan dikebumikan di Rampi.

Infrastruktur Buruk, Begini Cerita Warga Rampi Luwu Utara Gotong Mayat Sejauh 36 Km
chalik/tribunlutra.com
Warga Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggotong mayat. 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, RAMPI - Belum semua masyarakat di Sulsel bisa merasakan nikmatnya kemerdekaan.

Termasuk masyarakat di enam desa terpencil, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. 

Hingga kini, 3.546 jiwa yang mendiami kecamatan pengunungan itu belum menikmati infrastruktur yang memadai.

Akses darat dari ibu kota kabupaten ke Rampi sejauh 86 kilometer ditempuh hingga dua hari menggunakan motor modifikasi.

Jalan ke Rampi masih berstatus jalan setapak yang membelah hutan belantara pegunungan Luwu Utara.

Baca: Parah Euy, Guru di SMAN 1 Rampi Luwu Utara Mengajar 3 Bulan Sekali, PNS Lho!

Tidak sampai di situ, listrik PLN dan jaringan internet di Rampi juga belum ada.

Termasuk pelayanan kesehatan yang tidak memadai.

Akses yang sulit memaksa warga setempat memikul mayat yang akan dikebumikan di Rampi.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help