Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Terlalu! Masih Ada Sekolah Negeri di Luwu Beralaskan Tanah dan Berdinding Papan

Kelas jauh ini satu-satunya harapan warga di dusun tersebut untuk mengeyam pendidikan.

Penulis: Desy Arsyad | Editor: Mahyuddin
Terlalu! Masih Ada Sekolah Negeri di Luwu Beralaskan Tanah dan Berdinding Papan - sdn-pabatang-luwu_20171118_220837.jpg
desy/tribunluwu.com
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 573 Pa'batang, di Dusun Pa'batang, Desa Posi, Kecamatan Bua, Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih jauh dari kata layak.
Terlalu! Masih Ada Sekolah Negeri di Luwu Beralaskan Tanah dan Berdinding Papan - sdn-pabatang-luwu_20171118_220911.jpg
desy/tribunluwu.com
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 573 Pa'batang, di Dusun Pa'batang, Desa Posi, Kecamatan Bua, Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih jauh dari kata layak.

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BUA - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 573 Pa'batang, di Dusun Pa'batang, Desa Posi, Kecamatan Bua, Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih jauh dari kata layak.

Murid yang berdomisili di dusun tersebut berbagi satu ruangan untuk enam kelas, di kelas jauh SDN 573 Pa'batangan.

Sebanyak 20 murid SDN ini bergaya ala kadarnya, berpakaian kusut, bermodalkan pulpel, pensil dan buku tulis untuk mengenyam pendidikan.

Tak urung ada murid ke sekolah dengan menggunakan sandal jepit, ada pula yang hanya mengandalkan kulit telapak kaki berjalan berkilo-kilo jauhnya melalui jalan berbatu.

Baca: Ciptakan Pilkades Aman di Walmas Luwu, Ini yang Dilakukan TNI/Polri

Kelas jauh ini satu-satunya harapan warga di dusun tersebut untuk mengeyam pendidikan.

Kepala Sekolah SDN 573 Pa'batang, Muhammad Rifail, mengatakan sejak tahun 2003 hingga saat ini sekolah masih saja tertinggal.

"Bangunan sekolah ini sejak 2003 sudah begini, saya belum terangkat (PNS) waktu itu. Waktu saya masuk di sini dinding sekolah pake kulit kayu, dipaku dengan kayu bundar," ujarnya kepada TribunLuwu.com, Sabtu (18/11/2017).

Lanjut Rifail, sehingga dirinya bersama warga setempat sepakat berswadaya membangun sekolah dengan bahan seadanya.

Kelas jauh ini juga hanya memiliki satu tenaga guru untuk mengajar.

Baca: Sempat Diundur, Ini Jadwal Baru Musda XIV KNPI Luwu

Karena hanya memiliki satu ruangan, proses belajar mengajar pun juga digabung dari kelas I hingga kelas VI.

Dia sudah mengusulkan beberapa kali ke pemerintah untuk diberi bantuan, tapi tidak direspon hingha saat ini.

"Harapan kedepan bagaimana pemerintah kedepan supaya anak-anak bisa menikmati pendidikan seperti teman-temannya yang adadi kota," harapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved