Keluarga Almarhum Syamsuddin Datangi Mapolres Bulukumba

Syamsuddin meninggal dunia setelah ditahan oleh polisi di Polres Bulukumba dengan dugaan aksi mencabuli anak kandungnya sendiri

Keluarga Almarhum Syamsuddin Datangi Mapolres Bulukumba
HANDOVER
Puluhan keluarga almarhum Syamsuddin warga asal Dusun Bolaperringe Desa Tibona Kecamatan Bulukumpa mendatangi Mapolres Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (20/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA- Puluhan keluarga almarhum Syamsuddin warga asal Dusun Bolaperringe Desa Tibona Kecamatan Bulukumpa mendatangi Mapolres Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (20/3/2017).

Warga tersebut mendangi Mapolres karena meninggalnya seorang tahanan polisi setempat bernama Syamsuddin dinilai ganjal.

Syamsuddin meninggal dunia setelah ditahan oleh polisi di Polres Bulukumba dengan dugaan aksi mencabuli anak kandungnya sendiri yang sedang memiliki keterbelakangan mental pada Minggu (19/3/2017) kemarin.

"Kami pertanyakan meninggalnya Syamsuddin karena saat diambil polisi untuk ditahan, dia sehat. Tapi kenapa saat ditahan di sini tiba-tiba sakit lalu meninggal dunia," kata Suparmin salah seorang keluarga almarhum Syamsuddin di Mapolres Bulukumba.

Baca: Ayah yang Diduga Hamili Anaknya di Tibona Dikabarkan Meninggal

Diungkapkan bahwa di tubuh Syamsuddin mengalami luka lebam dibeberapa bagian tubuhnya dan benjolan di bagian kepala. Atas kejanggalan itu pihak keluarga mempertanyakan peristiwa itu.

Suparmin juga mengungkap bahwa pelaku menghamili anak kandung almarhum Syamsuddin adalah orang lain bukan Syamsuddin. Atas peristiwa itu dia meminta polisi bekerja secara profesional.

Sementara Kapolres Bulukumba AKBP Kurniawan Affandi sementara menyelidiki masalah tersebut. Dia juga membanarkan jika Syamsuddin saat dibawa ke Polres Bulukumba untuk ditahan tampak sehat. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help