A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Polda Sulsel: Tidak Ada Penyiksaan - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribun Timur

Polda Sulsel: Tidak Ada Penyiksaan

Minggu, 16 Juni 2013 23:12 WITA
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), membantah adanya informasi bahwa kasus Ruben dan anaknya besrta orang-orang suruhannya mendapat penyiksaan dan paksaan dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Tanah Toraja, Sulsel, 2005 silam.

"Penyidik sudah melakukan penyelidikan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dalam prosesnya tidak ada pelanggaran yang ditemukan seperti penyiksaan dan pemaksaan dituduhkan Ruben kepada Polres Tana Toraja. Berkas perkara dan para tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Makale serta telah dilakukan persidangan pada semua tingkatan Pengadilan," kata Irwasda Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Perwadi, Minggu (16/6).

Dikatakannya, kasus tersebut mulai dari Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Tinggi (PT), Mahkamah Agung (MA) dan Peninjauan Kembali (PK) yang mendapatkan putusan (Incrach) pun telah dilaksanakan. Pembentukan penyidik terkait pengawasan terhadap penyidikan dalam kasus ini pun telah dilakukan Polda Sulsel.

"Sekali lagi, saya katakan bahwa dalam kasus ini Polda sudah membentuk tim investigasi yang terdiri dari Propam, Intelijen dan Reskrimum Polda Sulsel. Dari hasil investigasi itu, tidak adanya ditemukan pelanggaran. dilakukan oleh Polres Tana Toraja yang menangani kasus Ruben," jelasnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Komisaris Beasr Endi Sutendi mengatakan, tersangka Ruben Pata Sambo sejak awal dilakukannya penyelidikan kasus ini tidak pernah mengaku melakukan pembunuhan terhadap Andarias Pandin (38) dan keluarganya. Tetapi dari hasil penyidikan yang dilakukan anggota Polres Gowa. Terbukti Ruben Ruben merupakan otak dari kasus pembunuhan ini.

"Ruben itu sejak awal tidak mengakui kalau di adalah pelaku pembunuhan. Namun dari hasil penyelidikan Polisi, Dia merupakan otak dari kasus ini. Para terpidana semuanya memiliki peran. Ada tim eksekutor, ada sopir dan ada sebagai intelektuallnya. Ruben itulah yang menjadi otak intelektuallnya berdasarkan putusan serta vonisnya," ungkapnya.

Mantan Wakapolrestabes Makassar ini mengatakan, kontroversi kasus Ruben Pata Sambo dan anaknya Markus Pata Sambo divonis mati yang dinyatakan salah tangkap oleh Polres Tana Toraja mendapat itu sama sekali tidak benar.

"Fakta penyidikan yang dilakukan Polres Tana Toraja yang berkasnya diterima oleh Kejaksaan hingga ke delapan tersangka di vonis oleh pengadilan dengan hukuman yang berbeda. Fakta penyelidikan dan penyidikan sudah ada," ungkapnya.

Sebelumnya Direktorat Reskrimum Polda Sulsel Komisaris Besar Djoko mengarakan motif pembunuhan terhadap ketiga korban yang dilakukan kedelapan tersangka yang diintelektuali Ruben berkaitan dengan perebutan harta warisan sehingga menimbulkan dendam.

Dilanjutkannya kronologis perencanaan pembunuhan keluarga Andarias Pandin, tersangka Ruben Pata Sambo bersama anaknya Markus alias Edi dan Budianto Tian alias Budi berkumpul pada 21 Desember 2013 lalu. Ketiganya berkumpul di kadiaman ruben di Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja.

"Ketiganya merencanakan pembunuhan terhadap Andarias Pandin berserta istri dan anaknya. Ruben memberikan uang sebesar Rp 1,5 juta kepada Agustinus untuk mencari eksekutor lainnya dan apabila berhasil, Ruben menjanjikan uang sebesar Rp 2 Juta kepada setiap eksekutor," kata Djoko. (*)
Penulis: Abdul Azis
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
375302 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas