Antisipasi Teroris, Polda Sulsel Razia Tiap Malam
Dari hasil penyelidikan, W berperan sebagai penghubung antar jaringan seperti dengan kelompok Makassar.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Ina Maharani
Makassar, Tribun-timur.com -- Penangkapan terhadap tiga tersangka teroris masing-masing berinisial W, I dan S, oleh tim antiteror Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, di Ambon dan Tual, Provinsi Maluku beberapa hari lalu membuat pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel semakin gencar melakukan razia.
Kepala Bidang Hubungan Masyrakat (Humas) Polda Sulsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Chevy Ahmad Sopari, saat di konfirmasi menuturkan pihaknya sementara melakukan penyelidikan dan pengamanan dibeberapa tempat seperti bandara, pelabuhan, dan transportasi darat.
Razia sudah
dilaksanakan beberapa minggu lalu dan hingga kini masih berlangsung
setiap malam,"
kata Kombes Chevy, Minggu (16/9/2012).
Mantan Dirlantas Polda Sulsel ini, menambahkan, penyelidikan dan
pengamanan dilakukan dengan adanya informasi jika jaringan teroris yang
ditangkap di Ambon dan Tual memiliki jaringan di kota Makassar.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, Kombes Pol
Hary Prasetyo, sebelumnya menjelaskan sejumlah tersangka teroris yang ditangkap tim
antiteror Densus 88 Mabes Polri, di Ambon dan Tual, itu memiliki
jaringan dengan kelompok teroris Indonesia Timur di Makassar.
Dari hasil penyelidikan, W berperan sebagai penghubung antar jaringan
seperti dengan kelompok Makassar.
Sementara pria berinisial I berperan sebagai pemasok senjata dan S berperan sebagai perantara.
Ketiga tersangka teroris ini mempunyai target tertentu di Ambon. Namun, Hary mengaku tidak bisa menjelaskan secara detail apa target mereka tersebut.(*)