Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wartawan Kompas TV Dikeroyok Warga Bandang

Wartawan Kompas TV Dikeroyok Warga Bandang

Tayang:
Editor: Muh. Irham

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Andri Jufri (21) wartawan Kompas TV kontributor Gowa jadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda geng motor di Jl Bandang, Makassar, Minggu (5/2/2012) malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.15 wita.

Akibatnya aksi pengeroyokan yang tak sebanding itu, korban babak belur pada bagian wajah sebelah kanan serta kecamata yang dikenakan rusak bahkan pecah.

Tak sampai disitu saja, lampu depan motor korban pun ikut dirusak dengan hantaman benda tumpul saat Andri dikeroyok sejumlah pemuda yang tak dikenalanya itu.

"Sama sekali saya tidak tahu permasalah, ko' tiba-tiba saya di keroyok,"ujar korban saat melaporkan kejadian tersebut di Polsekta Bontoala.

Warga Galangan Kapal ini menceritakan kronologis kejadian pengeroyokan tersebut kepada penyidik saat dimintai keteranganya.

Dia mengatakan, awalnya dirinya berhenti di Jl Bandang, rencana membalas pesan BBM dari temannya.

Namun apes bagi korban. Saat hendak membalas BBM tersebut, salah seorang dari pelaku kemudian menghampiri korban, menanyakan maksud Andri berhenti di bahu jalan.

"Siapa kau tunggu," tanya pelaku.

Korbanpun menjawab dengan nada biasa saja bahwa dia tidak menunggusiapa-siapa.

Atas jawaban korban, pelaku pun langsung memukul korban, Andri yang sudah terdesak tak dapat menyelamatkan diri, Ia pun langsung memperlihatkan identitas kewartawananya alias I'd Card.

"Saya sempat memperlihatkan kartu pers saya, tapi mereka tetap memukul saya kala saya berada di atas motor," ujar korban kepada penyidik, malam tadi.

Korban yang tak dapat berbuat apa-apa langsung berteriak meminta tolong. Beberapa saat kemudian, seorang warga yang di sekitar lokasi kemudian menyelamatkan korban dengan melerai lalu mendorong motor korban agar dapat melarikan diri dari aksi pengeroyokan tersebut.

Korban yang berhasil kabur dari pengeroyokan tersebut, langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian terdekat.

Tim unit khusus Polsek Bontoala yang mendapatkan laporan tersebut langsung turun ke lokasi kejadian untuk mencari para pelaku pengeroyokan wartawan TV itu.

"Anggota langsung kami turunkan ke lokasi untuk mengejar para pelaku pengeroyokan, namun hasilnya, pelaku lebih awal kabur," ujar Kapolsek Bontoala Kompol Rahman.

Rahman mengatakan, lokasi pengeroyokan yang dialami korban merupakan lokasi yang kerap dijadikan sebagai lahan balapan liar setiap malamnya.

"Atas kejadian ini korban langsung kami visum untuk mengetahui sejauh mana luka yang dialami korban,"terangnya.

Atas kejadian ini Kopelsek berjanji dalam waktu dekat para pelaku dapat segera ditangkap. (*/tribun-timur.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved