Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gula Kristal Putih di Pasar Tradisional Makassar Berkurang

Gula Kristal Putih di Pasar Tradisional Makassar Berkurang

Tayang:
Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Gula kristal putih di sejumlah pasar tradisional Makassar Sulawesi Selatan mulai mengalami kelangkaan sehingga emicu kenaikan harga hingga 10 persen di tingkat pengecer.
    
Dari pantauan di sejumlah pasar tradisional, Selasa, harga gula mulai merangkak naik mencapai kisaran Rp12 ribu hingga Rp15 ribu perkilogramnya dari harga normal antara Rp9 ribu sampai Rp10 ribu rupiah.      
    
"Kenaikan ini diduga adanya ketidakberpihakan Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (APGETI) pada kepentingan masyarakat untuk pemenuhan gula dengan harga terjangkau," kata Sekertaris Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Seluruh Indonesia (APPTSI) Makassar, Abdul Wahab Tahir kepada wartawan.

Salah satu solusi agar harga gula tidak mengalami kenaikan signifikan menurut dia,  PT Makassar Tene selaku produsen gula putih  diberikan hak agar kembali memproduksi, sehingga  kebutuhan gula putih dapat terpenuhi.
    
Kebutuhan gula di Sulsel sebutnya, mencapai 300 ribu ton sebulan. Namun, kebutuhan tersebut sulit terpenuhi lantaran empat pabrik gula seperti Pabrik Gula Camming, Arasoe di Kabupaten Bone kemudian Pabrik Gula Takalar serta Gorontalo dibawah naungan PT Perkebunan Negara (PTPN) XIV  hanya mampu memproduksi gula sekitar 160.000 ton perbulan.
    
"Selama ini sisanya ditutupi produksi gula putih PT Makassar Tene  mencapai lebih dari 140.000 ton. Kelangkaan ini harus segera disikapi pemerintah. Berikan kebebasan agar Makassar Tene kembali memproduksi gula, sehingga kebutuhan bisa terpenuhi," katanya. (*/tribun-timur.com)

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved