Teror Bom
Maraknya Teror Bom, TIKI Makassar Tetap Waspada
Maraknya Teror Bom, TIKI Makassar Tetap Waspada
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Muh. Irham
Customer Service TIKI Makassar, Gustav, yang ditemui Tribun, Sabtu (19/3/2011), mengatakan, sebelum maraknya teror bom, selama ini TIKI memang sudah punya prosedur dan tetap waspada. Di antaranya, karyawan terlebih dulu bertanya ke konsumen terkait jenis barang yang hendak dikirim.
"Dari dulu prosedurnya seperti itu. Kita nanya dulu ke konsumen ini jenis barangnya apa dan sebagainya. Kita juga akan memeriksa barang. Bahkan kalau memang jawaban konsumen tidak terlalu meyakinkan dengan berbagai pertanyaan yang kita ajukan atau barangnya tampak "mencurigakan", maka barangnya kita bongkar untuk mengecek," jelasnya.
Tak hanya sampai disitu, lanjutnya, pemeriksaan juga berlanjut di TIKI Bandara. "Di sana (TIKI di bandara) juga dilakukan pemeriksaan hingga scan barang. Di sini kan (kantor TIKI Makassar) tidak ada alat scan. Jika memang barang tidak sesuai dengan keterangan pengirim, maka pengiriman dibatalkan karena bagaimanapun kita yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu," katanya.
Menurut Gustav, tiap minggu setidaknya ada satu kiriman yang dibatalkan. Misalnya saja mengirim tabung, meski dalam keadaan kosong, namun tetap tak dibolehkan.
Apalagi barang-barang yang berisi cairan yang kandungannya cairan-cairan kimia, alkohol, gas, ataupun oli, sudah pasti tidak diperbolehkan. (*)