Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Operasi Pallawa

545 Pengendara Terjaring Operasi Pallawa Selama 2 Pekan di Wajo

Mayoritas pengendara yang mendapat teguran dari Satlantas Polres Wajo yakni pengguna roda dua.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Alfian
Istimewa/AKP Riyanda Putra Utama 
OPERASI PALLAWA - Satuan Lalu Lintas Polres Wajo saat Operasi Keselamatan Pallawa 2026 di Jl Sawerigading, Sengkang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum lama. Dua pekan pelaksanaan Operasi Pallawa di Wajo sebanyak 545 pengendara terjaring. 

Satuan Lalu Lintas Polres Wajo juga sempat bagikan puluhan tumbler (wadah minum) kepada pengendara pada hari keenam Operasi Pallawa di wilayah hukum Polres Wajo.

Pihaknya pun turut melibatkan tukang ojek online dalam kegiatan itu.

"Dari awal memang kami libatkan ojek online (kurir) agar mereka bisa menjadi contoh kepada warga lainnya," katanya.

Polres Wajo menurunkan 83 personel dalam operasi tersebut.

Siwa, Keera, Anabanua dan Pammana Titik Rawan Kecelakaan Di Wajo Sulsel, Trak Lurus dan Minim Penerangan

Satuan Lalu Lintas Polres Wajo ungkap sejumlah titik rawan kecelakaan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ada empat titik rawan kecelakaan, yakni Poros Makassar-Palopo, Kelurahan Tobarakka, Kecamatan Pitumpanua, jaraknya 75 km dari Ibu Kota Kabupaten Wajo, Sengkang.

Lalu, Poros Makassar-Palopo, Desa Mattirowalie, Kecamatan Maniangpajo dan Desa Inrello, Kecamatan Keera.

Kemudian Poros Wajo-Bone, Kecamatan Pammana, arah ke SPBU Pertamina Ulugalung dari Kota Sengkang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Wajo, IPTU Rahmat Akbar Sultan menyebut empat titik tersebut didominasi trak lurus.

"Betul, ada empat titik rawan kecelakaan di Wajo, Kecamatan Pitumpanua, Keera, Maniangpajo dan Pammana," ujarnya kepada Tribun-Timur.com saat dikonfirmasi melalui telepon Whatsapp, Senin (16/2/2026).

"Empat jalan tersebut trak nya lurus, selain itu minim penerangan sehingga pada malam hari harus berhati-hati saat berkendara, apalagi dengan tipe jalur 2 arah tanpa batas median," paparnya menambahkan.

Terlebih, kata IPTU Rahmat saat ini dalam situasi mudik ramadan.

"Biasanya jelang Ramadan banyak orang pulang kampung halaman, sahur pertama bersama keluarga. Nah disitu, kami tetap imbau agar berhati-hati saat berkendara pulang ke rumah," tuturnya.

"Bersilaturahmi dengan keluarga adalah tradisi, jika masyarakat yang ingin mudik atau bepergian maka tertiblah berlalulintas dan saling menghargai antara pengguna jalan, Insha Allah membawa kita aman sampai tujuan," tutupnya.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved