Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

'Dulu Makan Ayam Setiap Hari, Sekarang Hanya 2 Kali Seminggu'

Sejumlah laki-laki berstatus suami di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) ikut mengeluh naiknya harga bahan pokok.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Waode Nurmin
Tribun-timur.com/ M. Jabal Qubais
HARGA BAHAN POKOK- Muliadi (54) warga Jl Dahlia, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Dirinya ikut mengeluh naiknya harga bahan pokok seperti di Pasar Tempe Sengkang, Selasa (12/5/2026) 

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Sejumlah laki-laki berstatus suami di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) ikut mengeluh naiknya harga bahan pokok.

Hal ini berdasarkan pantauan Tribun-Timur.com di Pasar Mini Sengkang, Selasa (12/5/2026).

Mulai harga komoditi cabai, tomat, bawang hingga Ikan dan Ayam mengalami kenaikan harga.

Cabai rawit dibanderol Rp60 ribu per kilo, sedang cabai besar Rp35 ribu, sebelumnya hanya Rp13 ribu per kilo.

Tomat pun demikian, harga sebelumnya berkisar Rp7-Rp10 ribu per kilo, kini dibanderol Rp20 ribu.

Untuk komoditi bawang merah harga Rp35 ribu dan bawang putih Rp35 ribu per kilo.

Keluhan datang dari Muliadi (54) warga Jl Dahlia, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Menurutnya, kenaikan harga berdampak pada pengeluaran bulanan besar.

"Dulu itu, sebelum naik sekali harga bahan dapur, belanja bulanan hanya Rp200 ribu-an, tapi sekarang Rp500 ribu tidak cukup," ujar lelaki setengah ubanan ini kepada Tribun-Timur.com, Selasa (12/5/2026).

Di samping harga bahan dapur naik, kebutuhan konsumsi keluarga bakal dikurangi.

"Jelas, karena semakin naik harga bahan dapur mempengaruhi jenis konsumsi, jadi mau tidak mau harus beli, cukup tidak cukup," katanya.

Di tambah lagi, harga bahan pokok berdampak pada kualitas makanan keluarga 

"Kalau dulu setiap hari beli ayam dan ikan, mungkin sekarang hanya 2 sampai 3 kali seminggu," tambah lelaki yang bekerja di salah satu perusahaan Swasta di Kabupaten Wajo ini.

Olehnya itu, ia berharap Pemerintah setempat melakukan penanganan sekaligus pengawasan.

"Kami ingin ada langkah konkret yang dilakukan Pemerintah. Sebab, jika harga bahan pokok terus begini, maka yakin dan percaya ketidakpuasan sosial hingga angka kemiskinan meningkat," paparnya

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved