Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wajo Hari Ini: Elpiji Langka, Pupuk Melimpah

Harga elpiji 3 Kg di tingkat pengecer di Wajo berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp35.000 ribu per tabung.

Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/M Jabal
ELPIJI LANGKA - Petani di Sabbangparu Wajo saat menyemprot hama di Sawahnya (kiri). Tabung Gas Elpiji 3 KG (kanan). Sejumlah kelompok Tani di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) akui tak sulit mendapatkan pupuk subsidi, Kamis (22/1/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Koordinasi cepat antara petani dan pemerintah daerah hingga pusat menjadi salah satu alasan pupuk di Kabupaten Wajo terjangkau.
  • Harga elpiji 3 Kg di tingkat pengecer di Wajo berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp35.000 ribu per tabung.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO - Sejumlah kelompok Tani di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) akui tak sulit mendapatkan pupuk subsidi.

Begitu dikatakan Jusman, seorang Petani asal Kecamatan Sabbangparu.

"Untuk saat ini pupuk subsidi bagi para petani masih aman dan mudah dijangkau. Alhamdulillah," ucapnya dengan rasa syukur saat dihubungi Tribun-Timur.com lewat pesan Whatsapp, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, koordinasi cepat antara petani dan pemerintah daerah hingga pusat menjadi salah satu alasan pupuk di Kabupaten Wajo terjangkau.

"Kami Petani direspon cepat Pemerintah Daerah makanya pupuk aman dan tidak langka," bebernya.

Tak hanya itu, harga gabah kering panen di Kabupaten Wajo juga naik.

"Alhamdulillah naik. Kemarin itu waktu akhir tahun hanya Rp6.500 sekarang sudah dibeli pengepul seharga Rp7.000, syukurlah," kata Wahyu, Petani asal Kecamatan Bola, dihubungi terpisah.

Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg Sulit Didapat di Wajo, Warga Terpaksa Pinjam Punya Tetangga

ELPIJI 3 KG - Tabung gas Elpiji 3 kilogram di salah satu stasiun sebagaimana foto dari Pertamina Patra Niaga, Selasa (4/2/2025). Gas Elpiji 3 Kg banyak disalahgunakan oleh golongan tak berhak.
ELPIJI 3 KG - Tabung gas Elpiji 3 kilogram di salah satu stasiun sebagaimana foto dari Pertamina Patra Niaga, Selasa (4/2/2025). Gas Elpiji 3 Kg banyak disalahgunakan oleh golongan tak berhak. (PERTAMINA PATRA NIAGA)

"Beberapa waktu lalu kami panen, alhamdulillah hasilnya memuaskan," sambungnya menambahkan.

Kendati demikian, kabar gembira itu tak ikut dirasakan warga secara umum dan pedagang eceran, utamanya mereka yang menjual gas elpiji 3 kilogram.

Sebabnya, memasuki minggu keempat bulan Januari, gas melon tersebut masih langka di Bumi Lamaddukkelleng.

Ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, utamanya memasak.

Lagi-lagi, keluhan datang dari Warga BTN Griya Marischa Mandiri Sengkang, Masse (31) menyebut sangat sulit mendapatkan tabung gas elpiji 3 kilogram. 

"Susah dapatkan tabung gas yang 3 kilogram," ujarnya ditemui Tribun-Timur.com di rumahnya, Blok E4

Terpantau, harga elpiji 3 Kg di tingkat pengecer di Wajo berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp35.000 ribu per tabung.

Angka tersebut melonjak dari harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp 22.000 hingga Rp 23.000.

Kenaikan harga itupun semakin memberatkan warga, terutama rumah tangga yang bergantung pada elpiji subsidi untuk kebutuhan memasak setiap hari.

Akibat kelangkaan ini, sebagian warga terpaksa meminjam tabung elpiji milik tetangga. 

“Apalagi untuk keluarga yang punya anak kecil. Kami berharap pasokan elpiji bisa segera normal kasian, terpaksa saya pinjam tabungnya tetangga,” lanjut Masse menjelaskan.

Kelangkaan ini juga dirasakan pengecer Mila, salah satu pengecer di wilayah Kecamatan Tempe.

Ia mengaku pasokan dari distributor datang tidak menentu.

“Kami juga kesulitan mendapatkan gas. Kadang ada kiriman, kadang tidak. Terbatas stok katanya, sementara permintaan tinggi, akhirnya harga ikut naik,” ujarnya.

Kondisi ini membuat pengecer dan warga sama-sama berada dalam posisi sulit.

Selain pasokan yang terbatas, meningkatnya permintaan juga disebut menjadi salah satu faktor.

Ia berharap agar kiranya pemerintah turun menangani masalah yang terjadi di tengah masyarakat.

"Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan semakin menekan pengeluaran masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, kami minta pemerintah turun tangan menangani," pintanya menandaskan.(*)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved