Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berita Viral

Viral Video Perundungan di Bone, Anak 15 Tahun Dikeroyok 'Geng' Perempuan

Terdengar suara seseorang yang diduga memprovokasi, seolah menyemangati tindakan perundungan tersebut.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
ist
PERUNDUNGAN ANAK - Ilustrasi kekerasan atau perundungan di sekolah. Remaja 15 tahun dikeroyok geng perempuan di Bone, Sulsel. 

Ringkasan Berita:
  • Laporan perundungan diterima dan kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bone.
  • Aktivis Perempuan Bone, Martina Majid, yang turut mendampingi korban, mengungkapkan bahwa insiden ini bukan pertama kali terjadi.

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Kasus perundungan kembali mencuat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, setelah sebuah video berdurasi sekitar 30 detik viral di media sosial. 

Dalam video tersebut terlihat seorang anak perempuan berusia 15 tahun ditampar berkali-kali oleh sejumlah remaja perempuan yang diduga masih berstatus pelajar SMP.

Suasana makin memprihatinkan karena terdengar suara seseorang yang diduga memprovokasi, seolah menyemangati tindakan perundungan tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Tribun-Timur.com, Selasa (10/2/2026) peristiwa ini terjadi beberapa hari lalu di belakang salah satu sekolah SMP di Kecamatan Lappariaja, Bone

Korban berinisial PA tampak tak berdaya saat dikelilingi beberapa remaja sebaya yang terus mengintimidasi dan melakukan kekerasan fisik. 

Keluarga korban yang tidak terima dengan perlakuan tersebut langsung melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone.

Baca juga: Siswi SMAN 2 Takalar Diduga Korban Perundungan Guru, Orang Tua Lapor Polisi

Laporan diterima dan kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bone.

Aktivis Perempuan Bone, Martina Majid, yang turut mendampingi korban, mengungkapkan bahwa insiden ini bukan pertama kali terjadi.

“Ini sebenarnya kejadian berulang. Kami sudah melakukan pendampingan sejak video itu viral. Untuk kekerasannya, kami serahkan kepada pihak kepolisian. Sementara itu kami berupaya agar korban bisa kembali melanjutkan pendidikannya,” jelasnya saat dikonfirmasi via telfon. 

Ia menambahkan bahwa korban mengalami trauma cukup berat dan merasa takut jika kejadian serupa terulang kembali. 

Kondisi ini memperlihatkan betapa rentannya anak-anak terhadap tindakan kekerasan dan kurangnya pengawasan di lingkungan sekitar.

Terpisah, Kasi Humas Polres Bone, IPTU Rayendra Muchtar, membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia menyebutkan bahwa kasus ini memang baru viral meski kejadiannya sudah berlangsung beberapa waktu lalu.

“Lokasinya di belakang salah satu sekolah SMP di Lappariaja. Kasus ini sudah dalam proses penyelidikan oleh Unit PPA,” ujarnya.

Polisi kini menelusuri identitas para pelaku serta menggali motif di balik aksi perundungan tersebut. 

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan ulang video agar kondisi psikologis korban tidak semakin terganggu.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved