Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Paria Lau Kian Tertata, Keamanan Kawasan Didukung Sistem Digital

Sekitar enam kilometer dari pusat kota, perjalanan melewati Kantor Kecamatan Mappakasunggu dan Kantor Kelurahan Takalar.

Tayang:
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Saldy Irawan
abdul qayyum/tribun-timur.com/Abdul Qayyum
DESTINASI WISATA - Gerbang ikonik Kawasan Wisata Paria Lau berdiri megah di Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Gerbang setinggi sekitar 7 meter dan lebar 8 meter dengan dominasi warna merah dan hitam ini merupakan hasil pembangunan Pemerintah Kabupaten Takalar pada tahun anggaran 2025 di bawah kepemimpinan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, dan rampung pada Desember 2025 sebagai simbol penataan infrastruktur serta penguatan identitas destinasi wisata daerah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat penataan kawasan wisata Paria Lau, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dengan penerapan sistem keamanan berbasis teknologi digital.

Akses menuju Paria Lau dimulai dari pusat Kota Takalar, tepatnya di depan Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang.

Dari titik ini, pengunjung melintasi kawasan Taman Kita, pertigaan Taman Kota dengan Patung Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo, Kantor Dandenpom XIV/1 Takalar, serta SMAN 1 Takalar.

Sekitar enam kilometer dari pusat kota, perjalanan melewati Kantor Kecamatan Mappakasunggu dan Kantor Kelurahan Takalar.

Satu kilometer berikutnya terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polres Takalar

Tidak lama kemudian, pengunjung tiba di pintu masuk kawasan wisata Paria Lau, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Di pintu masuk kawasan berdiri Gerbang Ikonik Paria Lau setinggi sekitar tujuh meter dan lebar delapan meter, didominasi warna merah dan hitam, bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Wisata Paria Lau”.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (22/1/2026), gerbang tersebut dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Takalar pada anggaran tahun 2025 di bawah kepemimpinan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Pembangunannya rampung pada Desember 2025 dan kini menjadi penanda sekaligus ikon kawasan wisata Paria Lau.

Di bawah palang gerbang, terpasang dua unit kamera pengawas (CCTV) yang mengarah ke dua sisi kawasan.

Pemasangan CCTV ini merupakan bagian dari sistem pengamanan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Langkah tersebut sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Takalar, khususnya Prioritas 1 pembangunan daerah, yakni Takalar Unggul Teknologi Digital.

Paria Lau tidak hanya ramai dikunjungi pada sore hari, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata malam.

Pada malam hari, kawasan pantai ini dimanfaatkan sebagai tempat bersantai bersama keluarga dan teman dengan suasana sejuk dan angin laut.

Aktivitas wisata malam turut menghidupkan kawasan pesisir serta mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sejumlah pelaku usaha lokal menyediakan aneka jajanan dan minuman, salah satunya View Old yang menawarkan minuman dingin dan panas dengan harga terjangkau.

Melalui pembangunan ikon kawasan, penerapan sistem keamanan digital, pengembangan wisata malam, serta pemberdayaan UMKM, Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong Paria Lau menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved