Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Kisah Haru Anggi, Jamaah Termuda Kloter 16 Asal Takalar Sulsel Gantikan Ibunya Berhaji

Anggi Ratu Lestari jadi salah satu jamaah termuda di Kelompok Terbang (kloter) 16 Embarkasi Makassar.

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/RENALDI CAHYADI
HAJI 2026 - Anggi Ratu Lestari (kanan) dan Ayahnya Darwis Daeng Talle di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (1/5/2026). Anggi jadi jamaah termuda di kloter 16 Embarkasi Makassar. 

Ringkasan Berita:
  • Anggi Ratu Lestari (13) menjadi salah satu jamaah termuda, tergabung dalam kloter 16 Embarkasi Makassar asal Takalar.
  • Ia berangkat menggantikan ibunya yang wafat pada 2022, menunaikan impian sang ibu bersama ayahnya.
  • Meski diliputi rasa sedih, Anggi dan ayahnya tetap menjalankan ibadah dan akan mendoakan almarhumah di Tanah Suci.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Usianya baru 13 tahun.

Anggi Ratu Lestari jadi salah satu jamaah termuda di Kelompok Terbang (kloter) 16 Embarkasi Makassar.

Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Takalar ini tiba di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (1/5/2026).

Namun, keberangkatannya bukan sekadar perjalanan ibadah biasa.

Ada kisah haru yang menyertai langkah kecilnya menuju Baitullah.

Ia berangkat menggantikan sang ibu yang telah wafat pada 2022 lalu. 

Bersama ayahnya, Darwis Daeng Talle, Anggi membawa amanah besar untuk menunaikan ibadah haji yang dulu menjadi impian ibunya.

Dengan suara lirih, Anggi mengaku perasaannya campur aduk. 

Baca juga: 5.495 JCH Embarkasi Makassar Tiba di Tanah Suci, Kloter 15 dan 16 Siap Menyusul

"Sedihnya karena menggantikan ibu, tapi bahagia juga karena bisa berangkat ke Baitullah," kata Anggi kepada Tribun-Timur.com.

Remaja kelas SMP kelas 1 itu, mengaku akan terus mempersembahkan doa terbaik untuk sang ibu.

"Semoga ibu bahagia di sana,” ujarnya.

Sang ayah, Darwis mengatakan perjalanan haji ini awalnya direncanakan bersama istrinya. 

Mereka telah mendaftar sejak belasan tahun lalu dengan harapan bisa berangkat berdua. 

Namun takdir berkata lain, sang istri lebih dulu berpulang sebelum sempat menunaikan rukun Islam kelima.

"Saya harusnya pergi sama ibunya, tapi ibunya tidak bisa berangkat. Kami sudah lama mendaftar, rencananya berdua, tapi Tuhan berkehendak lain," kata Darwis.

Meski diliputi duka, Darwis tetap melangkah ke Tanah Suci bersama putrinya. 

Ia berjanji akan memanjatkan doa khusus untuk sang istri selama menjalankan ibadah haji.

“InsyaAllah akan ada doa khusus untuk istri saya di sana,” katanya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Renaldi Cahyadi

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved