Daeng Manye Paparkan Capaian dan Tantangan Pembangunan Takalar
Daeng Manye mengakui posisi Takalar masih tertinggal dibanding daerah dengan kawasan industri besar, termasuk Kota Makassar
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Daeng Manye menjelaskan posisi pertumbuhan ekonomi Takalar berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
- Pendapatan per kapita Takalar terus mengalami peningkatan, dari sekitar Rp39 juta pada 2022, Rp41 juta pada 2023
- Daeng Manye mengakui posisi Takalar masih tertinggal dibanding daerah dengan kawasan industri besar, termasuk Kota Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memaparkan secara terbuka capaian pembangunan sekaligus tantangan daerah dalam Dialog Terbuka Refleksi Akhir Tahun yang digelar di Baruga Panrannuangku, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (22/12/2025) malam.
Daeng Manye tiba di lokasi acara sekitar pukul 20.22 Wita.
Ia berjalan memasuki baruga bersama Kepala Bagian Forkopimda Setda Takalar, Amran Torada, yang berada tepat di belakangnya.
Bupati Takalar tampil formal dengan mengenakan jas hitam, celana hitam, dipadukan kemeja putih.
Kehadirannya disambut ratusan peserta yang telah memadati area baruga dan halaman sejak sebelum acara dimulai.
Menjelang acara, suasana Baruga Panrannuangku sempat dibuat hening setelah lampu utama dipadamkan selama kurang lebih lima menit.
Lampu kembali dinyalakan saat host membuka acara, menandai dimulainya dialog terbuka refleksi akhir tahun tersebut.
Diskusi dipandu oleh Rijal System sebagai moderator.
Ia kemudian mempersilakan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye untuk mempresentasikan capaian pembangunan daerah di hadapan publik.
Dalam pemaparannya, Daeng Manye menjelaskan posisi pertumbuhan ekonomi Takalar berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Ia menyebut pendapatan per kapita Takalar terus mengalami peningkatan, dari sekitar Rp39 juta pada 2022, Rp41 juta pada 2023, Rp42 juta pada 2024, hingga mencapai Rp42,35 juta pada 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Meski demikian, Daeng Manye mengakui posisi Takalar masih tertinggal dibanding daerah dengan kawasan industri besar, termasuk Kota Makassar.
Hal tersebut, kata dia, menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah untuk mendorong masuknya investasi dan pengembangan industri.
“Ini menjadi tantangan bagaimana pertumbuhan kita bisa berada di atas garis rata-rata dan sejajar dengan daerah lain,” ujarnya di hadapan peserta dialog.
Ia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Takalar yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 4,48 persen, meski sedikit lebih rendah dibanding pertumbuhan sebelumnya yang mencapai 4,75 persen.
Menurut Daeng Manye, sektor jasa lainnya menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Takalar.
Pertumbuhan sektor ini mencapai 14,37 persen, didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat, khususnya petani, seiring kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah di kisaran Rp6.500 per kilogram.
“Ketika pendapatan petani meningkat, maka efek bergandanya terlihat pada sektor jasa, perdagangan, transportasi, hingga perbankan,” jelasnya.
Ia menyebut struktur ekonomi Takalar masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berkontribusi hampir 49 persen terhadap PDRB. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sektor pertanian menjadi kunci untuk memperkuat sektor lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye juga mengungkapkan capaian penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan data Maret 2025, tingkat kemiskinan di Takalar berada di angka 7,27 persen, atau sekitar 7 dari 100 penduduk.
Pemerintah daerah, kata dia, terus memberi perhatian serius pada kelompok masyarakat miskin melalui berbagai program strategis, salah satunya Sekolah Rakyat.
Takalar tercatat menjadi salah satu dari sedikit kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki dua Sekolah Rakyat, yakni tingkat SMP dan SMA. Program ini ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Daeng Manye juga memaparkan sejumlah capaian tahun 2025, di antaranya pelaksanaan Sekolah Rakyat dengan pembiayaan 100 persen, program Toko BUMDes, pemberian insentif aparatur desa, serta berbagai penghargaan dan insentif berbasis kinerja.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Takalar berhasil meningkatkan skor integritas dengan naik peringkat dari posisi 22 ke peringkat 18 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK.
Sementara di sektor infrastruktur dan layanan dasar, Pemkab Takalar telah menghadirkan listrik di Pulau Satangnga melalui proyek listrik super sun, sehingga masyarakat kepulauan kini dapat menikmati aliran listrik secara penuh.
Digitalisasi juga menjadi fokus utama.
Hingga kini, sekitar 60 desa telah memiliki pojok internet gratis. Selain itu, pembangunan BTS di wilayah terpencil seperti Kalukubodo dan Pamukul telah membuka akses komunikasi dan promosi potensi wisata.
Di sektor pendidikan, sekolah-sekolah di Takalar mulai menerapkan sistem digital, mulai dari pembelajaran hingga penugasan berbasis daring. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Takalar terdigitalisasi secara penuh.
Layanan publik pun diarahkan berbasis digital. Pembayaran pajak daerah kini dapat dilakukan melalui ponsel, website, maupun gerai pelayanan. Ke depan, Pemkab Takalar berencana meluncurkan platform “Digital Takalar” untuk pengurusan administrasi kependudukan dan layanan publik lainnya secara daring.
Dialog terbuka ini menghadirkan dua panelis, yakni Guru Besar Universitas Hasanuddin Prof Dr Anas Iswanto Anwar, SE, MA, yang membahas ekonomi dan pembangunan, serta Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof Dr Firdaus Muhammad, MAg, yang mengulas komunikasi politik dan pemerintahan.
Ratusan warga dan undangan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Panitia menyiapkan empat tenda tambahan berbentuk kerucut untuk menampung tamu, namun kursi tetap tidak mencukupi.
Ratusan peserta lainnya terlihat berdiri di sekitar tiang bendera di halaman Baruga Panrannuangku karena seluruh kursi telah terisi.
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin, Ketua TP PKK Takalar Dewi Sri Ekowati Firdaus, mantan Wakil Bupati Takalar periode 2007–2012 A Mamur A Sadda, Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal, Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman, dan Dandim 1426 Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala.
Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Takalar Darwis Daeng Ngewa, seluruh pimpinan OPD, camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Takalar, serta organisasi kepemudaan di bawah naungan KNPI.
Para pejabat dan undangan utama duduk di barisan depan dengan formasi diskusi melingkar, mengenakan kemeja batik yang seragam, menciptakan suasana dialog yang terbuka dan egaliter.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Takalar, Sumarlin, terlihat berdiri di luar arena karena seluruh kursi telah terisi saat acara berlangsung.
Dialog terbuka refleksi akhir tahun ini menjadi ruang transparansi sekaligus evaluasi publik atas kinerja Pemerintah Kabupaten Takalar sepanjang 2025, dengan harapan menjadi pijakan perbaikan di tahun-tahun mendatang.
| Hengky Yasin Peluang Besar Pimpin PKB Takalar, Target Dua Kursi per Dapil |
|
|---|
| Pesona Bendungan Pammukulu Takalar, Satu Kawasan Tawarkan Waduk, Air Terjun dan Kuliner Khas |
|
|---|
| Saidah Sakwan Awasi Seleksi Baznas Takalar, 11 Calon Bersaing |
|
|---|
| Dua Tahun Berturut-turut Bupati Takalar Daeng Manye Raih WTP dari BPK RI |
|
|---|
| Rokok Ilegal Beredar di Takalar, Satpol PP Peringatkan Pemilik Kios |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251223-Bupati-Takalar-Mohammad-Firdaus-Daeng-Manye.jpg)