Kemensos dan Kecamatan Pattallassang Takalar Jemput Data 2.000 Anak untuk Program Sekolah Rakyat
Sekitar 2.000 anak usia SD, SMP hingga SMA menjadi target awal identifikasi lapangan dalam program tersebut.
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, PATTALLASSANG - Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai melakukan sosialisasi dan penjangkauan program Sekolah Rakyat (SR) bersama Pemerintah Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat Kantor Kecamatan Pattallassang, Jalan Diponegoro Nomor 49, Kelurahan Bajeng, Rabu (13/5/2026) pagi.
Program ini menyasar anak-anak usia sekolah yang masuk kategori Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekitar 2.000 anak usia SD, SMP hingga SMA menjadi target awal identifikasi lapangan dalam program tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemerintah memastikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Selain itu, program Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari strategi memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Tim Kabupaten dari Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Non Kebencanaan Kementerian Sosial RI, Muh Sahir.
Turut hadir Camat Pattallassang, Bansuhari Said bersama unsur pemerintahan kecamatan lainnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan aparat kewilayahan.
Mulai dari lurah, kepala lingkungan, Babinsa hingga Bhabinkamtibmas dilibatkan dalam proses identifikasi data masyarakat.
Mereka akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan validitas data anak-anak yang masuk kategori rentan.
Pemerintah ingin memastikan kondisi riil anak-anak tersebut benar-benar sesuai dengan data DTSEN yang dimiliki pemerintah pusat.
Ketua Tim Kabupaten dari Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Non Kebencanaan Kementerian Sosial RI, Muh Sahir, mengatakan program tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, identifikasi lapangan menjadi langkah penting agar program Sekolah Rakyat berjalan tepat sasaran.
“Kegiatan ini bertujuan melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk melihat dari dekat kondisi sekitar 2.000 anak yang masuk dalam Desil 1 dan 2 DTSEN,” ujar Muh Sahir.
| Kerja Proyek Rp245 M, Mandor Sekolah Rakyat Sinjai Berutang Rp20 Juta ke UMKM |
|
|---|
| Petani Jagung Takalar Dapat Edukasi Kelola Usaha dan Akses Modal dari BRI |
|
|---|
| Sidak Pasar Sentral Takalar, Kadis Perindag Temukan Harga Cabai dan Beras Premium Naik |
|
|---|
| Kadis Koperasi Takalar Gerak Cepat Evakuasi Pagar Kantor Roboh, Libatkan DLH-Pertanahan |
|
|---|
| Utang Pekerja Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Capai Rp 20 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SEKOLAH-RAKYAT-Camat-Pattallassang-Bansuhari-Said-memberikan-sambutan.jpg)