Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bupati Takalar Temui Wakil Menteri KKP Didit Bahas Penguatan Ekonomi Pesisir

Daeng Manye menjelaskan, sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir Takalar

Tayang:
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Abdul Qayyum
KOPERASI NELAYAN - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Dr Didit Herdiawan Ashaf di Gedung Mina Bahari, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026). Audiensi tersebut membahas penguatan sektor perikanan budidaya serta pengembangan Kawasan Nelayan Modern Percontohan (KNMP) di Kabupaten Takalar. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menghadap ke Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana Didit Herdiawan Ashaf
  • Pertemuan membahas penguatan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan
  • Dalam audiensi tersebut, Daeng Manye memaparkan potensi besar sektor perikanan budidaya yang dimiliki Kabupaten Takalar

 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye melakukan audiensi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari, Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 16, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).

Audiensi tersebut disambut langsung Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Laksamana TNI (Purn) Dr Didit Herdiawan Ashaf.

Pertemuan itu membahas penguatan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Dalam audiensi tersebut, Daeng Manye memaparkan potensi besar sektor perikanan budidaya yang dimiliki Kabupaten Takalar.

Ia tampak mengenakan kemeja batik bercorak kuning saat menyampaikan presentasi di hadapan jajaran KKP.

Daeng Manye menjelaskan, sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir Takalar.

“Kabupaten Takalar memiliki potensi besar di sektor perikanan budidaya yang terus kami dorong sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Tahun 2025, luas lahan budidaya rumput laut mencapai 3.046 hektare dan tambak seluas 3.979 hektare dengan total volume produksi sebesar 643.967 ton serta nilai produksi mencapai Rp837 miliar,” ujar Daeng Manye.

Ia mengatakan pengembangan perikanan budidaya di Takalar difokuskan pada tiga ekosistem utama.
Ketiga ekosistem tersebut meliputi budidaya air laut, air payau, dan air tawar.

Menurutnya, pengembangan itu menjadi bagian dari visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Budidaya air laut Takalar mencakup pengembangan rumput laut seperti Eucheuma cottonii, spinosum, Gracilaria sp, hingga lawi-lawi. Selain itu, kami juga mengembangkan budidaya lobster di sejumlah wilayah pesisir,” katanya.

Ia menyebut sentra budidaya rumput laut tersebar di Kecamatan Mangarabombang, Laikang, Mappakasunggu, hingga Sanrobone.

Wilayah tersebut selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir Takalar.
Untuk sektor budidaya air payau, Takalar juga memiliki potensi pengembangan tambak udang windu, vannamei, dan bandeng.

Pemerintah daerah bahkan mendorong sistem polikultur yang mengombinasikan bandeng, udang, dan gracilaria.

Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tambak masyarakat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved