Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jumat Bersih Perdana di RSUD HPDN, Daeng Manye Turun Langsung Sapu Halaman Rumah Sakit

Kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan perdana Jumat Bersih yang menyasar fasilitas pelayanan publik.

Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Abdul Qayyum
BERSIH RSUD — Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengenakan sarung tangan kuning saat membersihkan halaman RSUD Haji Pajonga Daeng Ngalle (RSUD HPDN), Jumat (13/2/2026). Usai kegiatan, bupati berfoto bersama jajaran pegawai rumah sakit sebagai simbol komitmen bersama menjaga kebersihan lingkungan pelayanan publik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR — Gerakan Jumat Bersih Pemerintah Kabupaten Takalar terus bergulir.

Setelah apel kebersihan tingkat kabupaten, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memimpin langsung aksi bersih-bersih di RSUD Haji Pajonga Daeng Ngalle (RSUD HPDN), Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan perdana Jumat Bersih yang menyasar fasilitas pelayanan publik.

Sejak pagi, halaman depan RSUD HPDN dipenuhi ASN dan tenaga non-ASN lingkup rumah sakit.

Daeng Manye tampak hadir dengan pakaian olahraga dan mengenakan sarung tangan petugas kebersihan berwarna kuning.

Dengan sapu di tangan, ia ikut menyapu halaman, mengumpulkan sampah daun kering, serta merapikan area sekitar taman dan drainase kecil di depan gedung utama.

Beberapa petugas terlihat membawa kantong plastik besar untuk menampung sampah yang telah dikumpulkan.

Suasana kebersamaan terasa kuat saat bupati dan pegawai rumah sakit bekerja berdampingan tanpa sekat.

Di sela kegiatan, Daeng Manye menyampaikan bahwa Jumat Bersih akan menjadi agenda rutin setiap pekan dengan sistem pembagian lokasi yang terstruktur.

“Jadi hari ini perdana. Nanti berikutnya setiap hari Jumat kita laksanakan dengan pembagian lokasi dan tugas. Kita juga akan terus evaluasi dan melihat apa yang perlu kita tingkatkan,” ujarnya.

Ia mengakui pada pelaksanaan awal masih ditemukan keterbatasan alat kebersihan.

Beberapa petugas bahkan harus bergantian menggunakan sapu dan sekop.

Karena itu, Pemkab Takalar segera menambah fasilitas seperti sapu, sekop, arit, serta kantong dan plastik sampah.

Menurutnya, dukungan sarana menjadi faktor penting agar hasil kerja maksimal dan lingkungan benar-benar bersih.

Daeng Manye menegaskan gerakan ini tidak hanya menyasar lingkungan perkantoran.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved