Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Piala Dunia 2026

Kepala Dinas Parmudora Lutim Safaat Jagokan Jerman Juara Piala Dunia 2026

Tim berjuluk Der Panzer menjadi simbol konsistensi, kedisiplinan, dan kekuatan kolektif yang selalu hadir di setiap generasi.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
PIALA DUNIA - Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parmudora) Luwu Timur, Muhammad Safaat DP. Safaat kembali menjagokan Timnas Jerman sebagai kandidat kuat juara.    

Ringkasan Berita:
  • Kepala Dinas Parmudora Luwu Timur, Muhammad Safaat DP, masih menyimpan nostalgia Piala Dunia 1994 dan tetap menjagokan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
  • Menurutnya, Der Panzer selalu identik dengan permainan disiplin, kolektif, dan konsisten sejak era Lothar Matthaus, Jurgen Klinsmann, hingga Rudi Voller.
  • Safaat mengaku momen paling membekas dari Timnas Jerman terjadi saat menghancurkan Brasil 7-1 pada semifinal Piala Dunia 2014. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU TIMUR – Nostalgia Piala Dunia 1994 masih membekas di ingatan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parmudora) Luwu Timur, Muhammad Safaat DP.

Di tengah gegap gempita menuju 2026 FIFA World Cup, Safaat, kembali menjagokan Timnas Jerman sebagai kandidat kuat juara.

Bagi Safaat, Jerman bukan sekadar tim favorit.

Tim berjuluk Der Panzer menjadi simbol konsistensi, kedisiplinan, dan kekuatan kolektif yang selalu hadir di setiap generasi.

“Saya menjagokan tim Der Panzer di Piala Dunia 2026 nanti. Tim Jerman selalu menampilkan permainan tim yang apik. Semua skill dan kemampuan pemain rata-rata sama,” kata Safaat kepada Tribun-Timur.com, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 07.17 Wita pagi.

Kecintaan Safaat terhadap Jerman dimulai sejak era emas 1994.

Baca juga: 104 Laga Disiarkan Dini Hari - Pagi, 5 Komunitas Alumni Makassar Mulai Booking Warung Kopi 

Saat itu, Jerman masih diperkuat trio legendaris Lothar Matthaus, Jurgen Klinsmann, dan Rudi Voller.

Era itu dikenal sebagai masa transisi sepak bola modern.

Sebab Jerman tampil dengan kombinasi fisik kuat, disiplin taktik, dan mental juara khas Eropa.

Safaat masih ingat betul bagaimana ketiga pemain legenda itu bermain.

Matthaus menjadi otak permainan sekaligus pemimpin di lapangan.

Klinsmann tampil sebagai striker modern dengan mobilitas tinggi.

Sementara Voller dikenal sebagai predator kotak penalti dengan insting gol mematikan.

“ Saya mulai suka Jerman sejak 1994, waktu itu masih diperkuat Lothar Matheus, Jurgen Klinsman, dan Rudi Voller,” ujarnya.

Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia pada 1994, generasi itu tetap dikenang sebagai salah satu skuad paling tangguh dalam sejarah sepak bola Jerman.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved