Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Piala Dunia 2026

Piala Dunia Momentum Hotel di Makassar Dongkrak Pendapatan

Pelaku industri optimistis nobar mampu mendongkrak okupansi hotel dan pendapatan sektor makanan dan minuman

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PIALA DUNIA - Ketua IHGMA Sulsel, Zulkifli Nur (kiri) dan Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga (kanan). Hotel di Makassar bersiap menangkap peluang nobar piala dunia 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Industri perhotelan di Sulawesi Selatan (Sulsel) bersiap memanfaatkan momentum Piala Dunia melalui kegiatan nonton bareng (nobar).

Pelaku industri optimistis nobar mampu mendongkrak okupansi hotel dan pendapatan sektor makanan dan minuman (food and beverage/FB).

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan jadwal tayang pertandingan memang menjadi tantangan tersendiri bagi hotel di Makassar.

Namun, menurutnya, peluang bisnis dari agenda nobar tetap cukup besar.

Khususnya saat pertandingan berlangsung pada akhir pekan.

“Jam tayang nobarnya memang kurang ideal waktu Makassar, tapi tetap saja ini menjadi peluang yang perlu digarap untuk menaikkan occupancy saat pertandingan-pertandingan weekend dan menaikkan revenue outlet,” kata Anggiat, kepada Tribun-Timur.com, Kamis (28/5/2026).

Anggiat menambahkan sejumlah hotel di Makassar telah melakukan persiapan untuk menyambut antusiasme masyarakat terhadap pertandingan sepak bola dunia tersebut.

Salah satunya adalah Claro Makassar yang disebut sudah siap menggelar agenda nobar Piala Dunia.

Sementara itu, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Sulsel, Zulkifli Nur menilai kegiatan nobar di hotel memang penting untuk kembali menghidupkan aktivitas dan meningkatkan pendapatan dari sektor FB hotel.

“Saya rasa perlu untuk menghidupkan nobar di hotel agar dapat mendongkrak revenue dari FB,” kata Zul, sapaan akrabnya, kepada Tribun-Timur.com, Kamis (28/5/2026).

Meski demikian, pihaknya mengaku masih menghadapi kendala terkait biaya lisensi resmi penayangan pertandingan yang dinilai cukup mahal.

Menurutnya, kewajiban memiliki lisensi menjadi beban tersendiri bagi pelaku usaha hotel yang ingin mengadakan nobar secara legal.

“Yang memberatkan kita adalah biaya lisensinya harus ada dan cukup mahal. Ini yang memberatkan kita karena harus memiliki lisensi baru bisa buat nobar di hotel,” kata Zul.

Sekadar diketahui, TVRI membagi dua jenis lisensi nobar, yaitu nonkomersial dan komersial.

Nonkomersial diselenggarakan tanpa sponsor maupun penjualan tiket kepada penonton.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved