Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Piala Dunia 2026

104 Laga Disiarkan Dini Hari - Pagi, 5 Komunitas Alumni Makassar Mulai Booking Warung Kopi 

Warung kopi di Makassar akan jadi "venue" nonton bareng ideal laga selama 39 hari, mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Tayang:
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/THAMZIL THAHIR
PIALA DUNIA - Badi Muktamar (54), owner Warkop Bunda Pelita, berfose di kedai kopinya sekaligus sektetariat 5 komunitas alumni. kedainya akan gelar nobar piala dunia dan para komunitas sudah registrasi 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah warkop diprediksi jadi lokasi favorit nobar karena jadwal pertandingan berlangsung tengah malam hingga pagi waktu Indonesia akibat selisih 12-15 jam dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. 
  • Pemilik Warkop Bunda, Muktamar, mengungkapkan sedikitnya 5 komunitas alumni sudah memesan tempat nobar Piala Dunia
  • Yaitu IKA Smansa 90, Pagolo Smansa, IKA Teknik Sipil 91 UMI, Brotherhood FH Unhas 93, dan IKA SMAGA 92 Adventure. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Sebanyak 104 laga Piala Dunia '26 di benua Amerika akan jadi tontonan tengah malam, dini hari, pagi hingga jelang siang di Nusantara.

3 negara dengan rentang selisih waktu 12 hingga 15 jam dengan tiga negara (Mexico, Kanada dan Amerika Serikat).

Warung kopi di Makassar akan jadi "venue" nonton bareng ideal laga selama 39 hari, mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Sejumlah paguyuban alumni kampus dan sekolah pun mulai reservasi kursi di kedai kopi. 

"Sampai kemarin, sudah 5 komunitas alumni yang sudah booking ada yang booking jelang subuh, habis shalat subuh, hingga pagi," kata Muktamar (54), pemilik Warkop Bunda di Jl Pelita Raya, Rappocini, Makassar, kepada Tribun, Kamis (28/5/2026). 

Lima paguyuban ikatan alumni itu antara lain; IKA SMA 1 Makassar (Smansa) 90, komunitas Pagolo Smansa, IKA Teknik Sipil 91 UMI, Brotherhood FH Unhas 93, dan IKA SMA 3 (SMAGA) 92 Adventure.

Baca juga: Claro Makassar Siapkan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 di Carita Lounge

Logo emblem komunitas itu sudah terpajang di dinding kedai kopi sekitar 35 kursi itu.

Dari pantauan Tribun, kedai kopi ini ideal untuk ngopi bareng sambil nonton piala dunia. 

Selain berada di persimpangan ruas jalan utama pemukiman, perkantoran dan pusat bisnis dan jasa Panakkukang, juga sekitar 50 ada masjid komplek PU-Bina Marga, Sulsel.

Kebetulan, jelas Badi Muktamar, sejak lima tahun terakhir, kedai kopi di pertigaan JL Sungai Saddang- Pelita Raya dan Jl AP Pettarani ini, sudah menjadikan warkop ini jadi base camp.

Ketua kelas atau pentolan komunitas itu antara lain, Dina Ridwan Djabir, komisaris GMTD (Smansa 91), Enu Hafid, bankir, Sugianto (Komisaris KIMA), dan Dr Aswan Direktur RS Tadjuddin Chalid Makassar.

Muktamar menyebut, pentolan komunitas ini mengaku tengah mengajukan form registrasi online di Nobar Legal “Bola Gembira” TVRI.

"Tadi susah ada info di group, Smansa ada yang mulai urus," ujar Mukmatar, alumnus SMANSA 91 ini. 

Sekadar diketahui, TVRI dan TVRI Sport adalah pemegang lisensi hak siar kompetisi sepakbola dunia empat tahunan di Indonesia.

Dari laman resminya, TV publik pelat merah ini menyediakan dua kategori nobar. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved