Akademisi Hukum Unhas: Cari Provokator Rusuh Usai Laga PSM vs Persib
Usai peluit panjang dibunyikan, puluhan suporter merangsek masuk ke lapangan hijau.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Imam Wahyudi
“Kalau meluapkan kekecewaan dengan merusak, bisa jadi indikasi ada ranah pidana,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (19/5/2026).
Kerusuhan di Stadion BJ Habibie bukan kali pertama terjadi musim ini.
Kondisi serupa pernah terjadi ketika PSM Makassar kena comeback 2-4 dari Persita Tangerang pada pekan 24 Super League, Senin (2/3/2026).
Untungnya, dari dua peristiwa tersebut tak sampai mengakibatkan korban jiwa.
Tindakan tegas perlu diambil pihak kepolisian agar kerusuhan tak terjadi lagi di masa mendatang.
Suporter yang dinilai melanggar hukum perlu ditindak tegas.
Akademisi akrab disapa Ivan Parawangsa ini menyebut, peristiwa tersebut tak boleh disalahkan sepenuhnya kepada polisi.
Penonton dan pengelola tim harus juga evaluasi.
Meski begitu, ia mendorong polisi mengusut kerusuhan suporter yang terjadi di Stadion BJ Habibie.
Jangan sampai pada peristiwa tersebut ada penyusup ataupun provokator.
“Tentu kita harus cari dalangnya ini siapa,” pintanya.
Namun, ia mengingatkan polisi mencari provokator sesuai prosedur yang ada.
Jangan menetapkan tersangka tanpa alat bukti.
“Polisi harus berhati-hati, jangan serta merta menetapkan tersangka tanpa alat bukti,” imbaunya.
Minta Maaf
| Pentingnya Amar Makruf Nahi Munkar di Stadion Sepakbola Agar Habitus Kesalahan Suporter Tak Berulang |
|
|---|
| Siapa Layak Dipertahankan? Persija Jakarta Incar Tiga Pemain Bintang PSM Makassar |
|
|---|
| Minoritas Aktif Kalahkan Mayoritas Diam |
|
|---|
| Rusuh Usai Laga PSM vs Persib, Kriminolog Unismuh: Klub yang Didenda, Suporter Merdeka |
|
|---|
| Melempem di Kandang, PSM Makassar hanya Raih 18 Poin dari 17 Laga di Stadion BJ Habibie |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/iwan-tanggapi-rusuh-psm-vs-persib.jpg)