Headline Tribun Timur
PSM Makassar Under Pressure!
Tim Juku Eja dituntut menunjukkan permainan siri na pacce. Siri na pacce merupakan filosofi Bugis-Makassar.
Ringkasan Berita:
- PSM Makassar berada dalam tekanan jelang menghadapi Persija Jakarta pada pekan 22 BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium.
- Komunitas suporter menuntut Juku Eja mengembalikan semangat siri na pacce—filosofi Bugis-Makassar yang bermakna harga diri dan solidaritas—setelah performa tim dinilai inkonsisten dan kehilangan karakter, terutama usai kalah 0-2 dari Dewa United.
TRIBUN-TIMUR.COM - PSM Makassar berada dalam tekanan saat menantang Persija Jakarta pada pekan 22 BRI Super League 2025/2026.
Tim Juku Eja dituntut menunjukkan permainan siri na pacce. Siri na pacce merupakan filosofi Bugis-Makassar.
Siri berarti harga diri, sedangkan pacce bermakna solidaritas dan empati tinggi. Bagi PSM Makassar, nilai itu semangat pantang mundur, kerja keras, dan menjaga kehormatan.
“Tunjukkan semangat juang tinggi. Kembalikan jiwa siri na pacce yang beberapa laga terakhir hampir tidak terlihat,” ujar Anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas, meminta pemain PSM tampil lepas, Kamis (19/2/2026).
Tuntutan tersebut muncul karena performa PSM Makassar musim ini masih inkonsisten.
Terakhir, PSM Makassar dipermalukan Dewa United dua gol tanpa balas di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (14/2/2026).
Bukan hanya kalah. Karakter bermain PSM juga dinilai memudar. Tak terlihat semangat bertarung. Mereka justru memberi keleluasaan lawan menguasai bola.
Hal serupa tak boleh terulang saat menghadapi Persija. Meski berstatus tamu, PSM Makassar harus berani melawan di Jakarta International Stadium, Jumat (20/2/2026) pukul 21.30 Wita.
Baca juga: PSM Makassar Tak Gentar Rekor Laga Kandang Persija Jakarta, Tomas Trucha: Masa Lalu!
Tiga poin sangat penting. Saat ini PSM Makassar berada di posisi 13 dengan 23 poin. Sebaliknya, Persija bertengger di peringkat tiga dengan 44 poin dan sedang bersaing dalam perburuan gelar.
Macan Kemayoran bersaing dengan Persib Bandung, Borneo Samarinda FC, dan Malut United.
Sulyadi menegaskan, PSM Makassar tak boleh lagi membuang poin.
Setiap laga harus dimaksimalkan demi menjauh dari zona degradasi, termasuk saat melawan Persija.
Memang, empat tahun terakhir PSM belum punya rekor apik di kandang Persija. Dua kali kalah dan dua kali imbang.
Namun Adi tetap optimistis. “Dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. InsyaAllah ada poin yang bisa dibawa pulang,” katanya.
Secara terpisah, legenda PSM, Zain Batola, juga menyoroti permainan tim belakangan ini. Ia menilai PSM kehilangan daya tarik. Tidak ada permainan keras, cepat, dan minim pacce.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-20-Headline-Tribun-Timur-Jumat-2022026.jpg)