DPRD Desak Pemprov Sulsel Usut Tuntas Dugaan Pungli Penerimaan Satpol PP
Mizar Roem mendesak Kasatpol PP Sulsel Andi Arwien Azis mengusut tuntas dugaan pungli penerimaan ASN itu
Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Arwien Azis membantah adanya perekrutan resmi anggota Satpol PP Sulsel selama dirinya menjabat sejak 2023.
Ia menegaskan dugaan pungutan liar tersebut merupakan tindakan pribadi oknum tertentu dan bukan bagian dari kebijakan lembaga.
“Tidak pernah ada kegiatan resmi perekrutan Satpol PP. Memang tidak ada perekrutan Satpol PP,” kata Andi Arwien.
Ia juga meminta para korban segera melaporkan dugaan penipuan tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat diproses secara hukum.
Kasus ini mencuat setelah dua warga Maros, Audi dan Ansar, mengaku telah menyerahkan uang masing-masing Rp30 juta kepada oknum yang menjanjikan kelulusan sebagai anggota Satpol PP Sulsel.
Namun, keduanya mengaku tidak pernah memperoleh kepastian status maupun surat keputusan pengangkatan, meski telah menjalankan tugas lapangan selama sekitar dua tahun tanpa menerima gaji.
| Benarkah Masuk Satpol PP Sulsel Dibayar? Kasat: Suruhmi Lapor Polisi |
|
|---|
| Bayar Rp60 Juta Demi Masuk Satpol PP Sulsel, 2 Korban Mengaku Tak Digaji 2 Tahun |
|
|---|
| Warga Maros Bayar Rp30 Juta Jadi Satpol Sulsel |
|
|---|
| Soal Bayar Rp60 Juta Demi Jadi Honorer Satpol PP Sulsel, Kasatpol PP Andi Arwien: Suruh Lapor Polisi |
|
|---|
| Audi dan Ansar Ngaku Bayar Rp 60 Juta Demi Jadi Honorer Satpol PP Pemprov Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260516-Mizar-Roem-DPRD-Sulsel.jpg)