Salam Tribun Timur
Proyek Irigasi Pemprov Sulsel Mengering di Gareccing
Sawah-sawah yang airnya diperebutkan itu terhampar di sekitar proyek irigasi miliaran rupiah yang terbengkalai.
Tetapi hingga pekan pertama Mei 2026, proyek itu belum juga berfungsi.
Yang tersisa hanya jejak keperihan. Galian alat berat.
Jaringan irigasi yang tak selesai. Dan janji ganti rugi tanaman warga yang belum dituntaskan.
Padahal jika proyek irigasi itu rampung, sekitar 600 hektare sawah bisa menikmati aliran air.
Artinya, ratusan petani seharusnya tidak perlu lagi berjaga malam hanya demi setetes air.
Itu bukan sekadar proyek mangkrak.
Itu mengenai nasib petani yang digantung bertahun-tahun.
Ketika pemerintah berbicara soal ketahanan pangan, swasembada, dan ancaman El Nino, di lapangan justru ada proyek irigasi terbengkalai.
Petani akhirnya dipaksa bertahan sendiri.
Mengandalkan hujan.
Mengandalkan embun.
Mengandalkan keberuntungan.
Dan mengandalkan ketahanan begadang.
Dan ketika hujan mulai jarang turun, kecemasan ikut tumbuh di pematang sawah.
Situasi itu sangat berbahaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/IRIGASI-APARENG-OK.jpg)