Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Manuver RMS di Ajatappareng, Basis NasDem Mulai Diuji  

Setelah bergabung dengan PSI, Rusdi Masse Mappasessu mulai manuver politik. Ia menggelar safari Ramadan di Sidrap dan Pinrang, Sulsel.

Tribun-timur.com
GERAKAN RMS- Kolase momen politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rusdi Masse Mappasessu buka puasa bersama sejumlah kepala daerah kader Partai NasDem di Kabupaten Pinrang dan Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa dan Kamis (2-5/3/2026) lalu. Setelah bergabung dengan PSI, Rusdi Masse Mappasessu mulai manuver politik. Ia menggelar safari Ramadan di Sidrap dan Pinrang, Sulsel. 

Ia juga menaruh harapan terhadap masa depan sejumlah daerah yang selama ini menjadi basis dukungannya, khususnya Sidrap, Enrekang, dan Pinrang.

“Usia 53 tahun adalah perjalanan panjang. Saya memilih berhenti menjadi anggota DPR karena sudah yakin tiga kabupaten ini, Sidrap, Enrekang, dan Pinrang, insyaallah akan terus membawa kemajuan,” kata RMS.

“Doakan saya sehat-sehat dan sukses di tempat saya yang baru,” tambahnya.

Menurut RMS, ketiga daerah tersebut memiliki potensi besar untuk terus berkembang, baik dari sisi pembangunan daerah maupun kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut Sidrap, Enrekang, dan Pinrang sebagai basis dukungan terkuat yang selama ini menopang perjalanan politiknya.

Meski demikian, RMS tidak menampik masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi beberapa daerah, termasuk persoalan penganggaran di Kabupaten Enrekang.

Namun ia tetap optimistis berbagai tantangan tersebut dapat diatasi melalui kerja sama dan semangat kebersamaan.

“Tidak ada ujian yang diberikan jika kita tidak mampu menghadapinya,” katanya.

Dominasi Retak

Dalam kekuasaan tidak ada yang abadi. Semua bisa berganti ketika zaman berubah. Hal itu juga terlihat dalam peta politik di Sulawesi Selatan.

Pada 1970-an hingga 2019, Partai Golkar menjadi partai penguasa absolut di Sulawesi Selatan.

Namun kekuasaan Golkar mulai tergerogoti pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Golkar kalah besar di hampir semua wilayah. Partai berlambang beringin itu tumbang di Kabupaten Bone dan Kota Parepare.

Kedua wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai basis Golkar di tanah Bugis. Sejumlah daerah lain bahkan lebih dulu lepas pada Pemilu 2019.

Padahal pada Pemilu 2024, Golkar masih menang di 15 provinsi. Disusul PDIP di 10 wilayah dan Gerindra di lima wilayah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved