Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musda KNPI Sulsel

Imran Eka Saputra Sebab Musda KNPI Sulsel Berujung Dua Ketua, DPP: Rapimpurda tak Sah

Musyawarah Daerah (Musda) XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi Selatan (KNPI Sulsel) menyisakan konflik dualisme ketua. 

Editor: Muh Hasim Arfah
Istimewa
DUALISME KNPI SULSEL- Ketua MPI KNPI Sulawesi Selatan, Imran Eka Saputra (kiri) dan Waketum DPP KNPI Ludikson Siringoringo. Imran Eka menjelaskan terjadinya dualisme KNPI Sulsel, Rabu (10/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Ketua MPI Sulsel Imran Eka Saputra DPP KNPI otoriter memimpin sidang Musda 
  • Imran menganggap DPP mengajukan 190 OKP padahal tak berhimpun dalam KNPI Sulsel atau tak terdaftar dalam Kesbangpol Pemprov Sulsel
  • Wakil Ketua Umum DPP KNPI Sulsel, Ludikson Siringoringo menyampaikan, Rapimpurda KNPI Sulsel tanpa mandat dari DPP KNPI

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Musyawarah Daerah (Musda) XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi Selatan ( KNPI Sulsel ) menyisakan konflik dualisme ketua. 

Fadel Muhammad Tauphan Ansar dan Vonny Ameliani Suardi sama-sama terpilih.

Mantan Ketua DPD KNPI Sulsel sekaligus Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Sulsel, Imran Eka Saputra, mengungkap akar persoalan yang membuat Musda terbelah dua. 

Ia mengaku kecewa dengan jalannya Rapat Pimpinan Daerah (Rapimpurda) yang dipimpin Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Ludikson Siringoringo.

“Pimpinan sidang memaksakan kehendak dan tidak mau mendengar forum. Terlihat condong pada satu calon, sementara ada dua kandidat,” ujar Imran, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, cara memimpin sidang tersebut bertentangan dengan tradisi KNPI Sulsel yang selama ini kolektif, tertib, dan tidak pragmatis.

Ia menilai gaya otoriter itu merusak proses pemilihan.

Baca juga: Imran Eka Ungkap Akar Konflik di Musda KNPI Sulsel

Imran juga menyoroti munculnya daftar 190 OKP yang tiba-tiba diajukan sebagai peserta forum tanpa verifikasi.

“SK-nya harus dicek. Terdaftar atau tidak di Kesbangpol. Jangan sampai data yang tidak jelas justru digunakan untuk membelah KNPI Sulsel,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum DPP KNPI Sulsel, Ludikson Siringoringo meminta ada penambahan suara melalui Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Senin (8/12/2025) malam. 

Ludikson Siringoringo meminta Steering Committee untuk menyerahkan berkas OKP dan DPD II. 

“Kami menganggap Rapimpurda yang lalu tak sah karena ada orang mengaku atas nama DPP tapi bukan atas mandat dari ketua umum dan sekjen. Atas dasar kita lakukan Rapimpurda ulang,” katanya di Rumah Makan AGS, Jl Ince Nurdin, Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Selasa (9/12/2025) siang. 

Rapimpurda adalah forum untuk memverifikasi OKP, DPD dan teknis Musda. 

SC, panitia, dan peserta pun marah atas permintaan Ludikson Siringoringo. 

Peserta mengejar dan memukul Ludikson Siringoringo.  

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved