Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Silaknas & Milad ke 35 ICMI

Jelang Silaknas ICMI, Prof Marsuki: Pariwisata Halal Berperan Kuatkan Ekonomi Syariah

Prof Marsuki, menilai sektor pariwisata halal memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi syariah di Indonesia. 

Penulis: Rudi Salam | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN TIMUR
PARIWISATA HALAL - Pengamat Ekonomi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Marsuki, saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Menyambut Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI 2025 dan Milad ke-35 ICMI melalui Zoom dan disiarkan secara langsung melalui YouTube Tribun Timur, Kamis (4/12/2025). Prof Marsuki, menilai sektor pariwisata halal memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi syariah di Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Ekonomi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Marsuki menilai sektor pariwisata halal memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi syariah di Indonesia. 

Sebab, pariwisata telah diakui berbagai otoritas nasional sebagai sumber pertumbuhan kemakmuran baru bagi Indonesia. 

Kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan nasional maupun daerah pun terus meningkat dan berada pada kisaran 4 hingga 6 persen.

Pariwisata juga sektor ekonomi yang paling banyak melibatkan masyarakat secara langsung. 

“Pelibatan masyarakat lokal, pelaku usaha, hingga jaringan global menjadikan pariwisata sebagai sumber nilai tambah yang luas dan merata,” kata Prof Marsuki, dalam Diskusi Publik Menyambut Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) 2025 dan Milad ke-35 ICMI, disiarkan langsung di YouTube Tribun Timur, Kamis (4/12/2025).

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas ini menjelaskan, kontribusi pariwisata terhadap devisa negara juga signifikan.

Baca juga: Jelang Silaknas ICMI, Dr Adi Culla: ICMI Harus Jadi Motor Penggerak, bukan Penonton

Dalam beberapa tahun terakhir mencapai 16 sampai 18 miliar dolar AS. 

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pariwisata juga mampu menyerap sekitar 18 sampai 20 persen tenaga kerja nasional.

Prof Marsuki menilai daerah pariwisata umumnya memiliki pendapatan per kapita masyarakat yang lebih tinggi.

Sebab, ekonomi yang tercipta lebih inklusif dan melibatkan banyak pelaku lokal.

“Berbeda dengan daerah yang bergantung pada eksploitasi sumber daya alam,” jelasnya

Prof Marsuki juga menyebut, posisi Indonesia dalam peta wisata halal global terus membaik. 

Berbagai lembaga internasional telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi unggulan wisatawan muslim dunia.

Pemerintah sendiri telah menetapkan lima destinasi super prioritas.

Meliputi Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, sebagai pendorong utama pariwisata nasional. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved