Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hindari Lubang, Petepete Berisi 7 Pelajar Terjun ke Saluran Sungai di Soppeng

Saat itu, pete-pete mengangkut tujuh penumpang yang merupakan pelajar SMP, terdiri atas dua laki-laki dan lima perempuan.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
KECELAKAAN MOBIL - Unit Turjawali Satlantas Polres Soppeng, Ipda Fahril ungkap kronologi Pete-Pete kecelakaan tunggal di saluran Sungai Lacinge, Takkalalla, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Selasa (9/6/2026) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SOPPENG – Unit Turjawali Satlantas Polres Soppeng mengungkap kronologi kecelakaan tunggal petepete atau angkutan kota (angkot) di saluran Sungai Lacinge, Takkalalla, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Selasa (9/6/2026) siang.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.30 Wita.

Saat itu, pete-pete mengangkut tujuh penumpang yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), terdiri atas dua laki-laki dan lima perempuan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Soppeng, Ipda Fahril, mengatakan kendaraan tersebut melaju dari arah Kota Soppeng menuju Takkalalla atau dari utara ke selatan.

Menurutnya, kecelakaan terjadi tidak jauh di depan kendaraan patroli yang baru saja selesai melakukan pengaturan lalu lintas di Pasar Takkalalla.

"Setelah kami selesai melakukan pengaturan lalu lintas di Pasar Takkalalla, di depan kendaraan patroli ada pete-pete yang tiba-tiba oleng ke kiri," ujar Ipda Fahril saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com melalui sambungan WhatsApp.

Ia menjelaskan, kecelakaan diduga terjadi saat sopir berusaha menghindari jalan berlubang.

"Diduga sopir menghindari lubang yang ada di depannya. Kondisi jalan memang berlubang," katanya.

Saat menghindar ke sisi kiri jalan, kendaraan diduga tidak lagi dapat dikendalikan hingga akhirnya terjun ke saluran sungai.

"Kendaraan mengarah ke kiri dan kemungkinan sudah tidak bisa dikendalikan. Akhirnya jatuh ke saluran sungai. Selain itu, setir kendaraan berukuran kecil sehingga cukup sulit dikendalikan," jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, personel kepolisian yang berada sekitar 200 meter dari lokasi langsung bergerak melakukan evakuasi bersama warga.

"Karena jaraknya dekat, kami bersama warga langsung memberikan pertolongan. Korban dievakuasi satu per satu sambil memastikan kondisinya," ujarnya.

Akibat kecelakaan itu, sopir dan empat penumpang mengalami luka-luka.

Sopir angkot bernama Mansi (51), warga Desa Congko, dirujuk ke rumah sakit karena mengalami nyeri pada bagian dada kiri dan kanan.

Sementara empat pelajar perempuan yang menjadi korban masing-masing berinisial DAN (13), NFQ (15), NH (14), dan NQ (13).

"Korban saat ini dirawat di Puskesmas Takkalalla. NFQ mengalami bengkak di pergelangan tangan kanan, NH mengalami patah tulang tangan kiri, dan NQ mengalami patah tulang pada lengan kiri," paparnya.

Adapun penumpang lainnya tidak mengalami luka.

"Sementara penumpang lainnya alhamdulillah tidak mengalami cedera," tambahnya.

Saat ini, polisi masih fokus menangani para korban. Sementara kendaraan yang terjatuh ke saluran sungai masih dalam proses evakuasi.

"Korban sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit dan puskesmas. Untuk kendaraan, proses evakuasi masih berlangsung dengan bantuan warga dan pihak terkait," tutup Ipda Fahril.

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, M Jabal Qubais dari Kabupaten Soppeng.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved