Idul Adha 2026
1.475 Hewan Kurban Disembelih di Soppeng: Prabowo Sumbang 1, Suwardi Haseng 3, dan Selle 1 Sapi
Suasana kebersamaan begitu terasa saat warga memenuhi area lapangan, jalan hingga teras bangunan di sekitarnya.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Ribuan umat muslim memadati Lapangan Gasis untuk melaksanakan Salat Idul Adha, Rabu (27/5/2026).
- Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Soppeng Muhammad Yunus menyebut sebanyak 1.475 hewan kurban disembelih di Kabupaten Soppeng, terdiri dari 1.410 sapi dan 65 kambing.
- Prabowo Subianto menyumbang seekor sapi berbobot 924 kilogram, sementara Bupati Soppeng Suwardi Haseng menyumbang tiga sapi dan Wakil Bupati Selle Ks Dalle menyumbang seekor sapi kurban.
TRIBUNSOPPENG.COM, LALABATA - Ribuan umat muslim memadati Lapangan Gasis melaksanakan Salat Idul Adha, Rabu (27/5/2026).
Lapangan Gasis berada di Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), berjarak 2,9 kilometer ke arah barat Kantor Bupati Soppeng.
Sejak matahari terbit, warga dari berbagai kalangan mulai berdatangan membawa sajadah dan perlengkapan ibadah.
Suasana kebersamaan begitu terasa saat warga memenuhi area lapangan, jalan hingga teras bangunan di sekitarnya.
Cuaca cerah menambah kekhusyukan pelaksanaan ibadah Hari Raya Kurban tersebut.
Bupati Soppeng Suwardi Haseng bersama jajaran Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Soppeng hadir Salat Id.
Sebelum Salat Idul Adha digelar, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng Muhammad Yunus membacakan daftar perorangan, keluarga dan kelompok yang melaksanakan pemotongan hewan kurban.
Sebanyak 1.475 hewan kurban disembelih di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Baca juga: Sudah Empat Bulan Air Tak Mengalir di BTN Taruna Dekat Kantor Bupati Soppeng
Rinciannya, 1.410 ekor ekor sapi dan 65 ekor kambing.
Dari hewan kurban tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyumbang seekor sapi dengan berat 924 kilogram.
Bupati Soppeng Suwardi Haseng menyumbang tiga sapi untuk disembelih di Cabenge, Kecamatan Lilirilau.
Sedangkan Wakil Bupati Soppeng Selle Ks Dalle menyembelih seekor sapi di Amessangeng, Kecamatan Marioriwawo.
"Total keseluruhan hewan kurban dipotong di Kabupaten Soppeng 1.410 ekor sapi, 65 ekor kambing," kata Muhammad Yunus.
Salat Idul Adha di Lapangan Gasis diimami oleh Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Al-Imam Hafsh Soppeng Muhammad Tan Abu.
Bertindak sebagai khatib Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng Musriadi.
Musriadi membawakan ceramah dengan tema "Menapak Jejak Ibrahim Menumbuhkan Soppeng yang Setara, Sehat, Maju, dan Berperadaban".
Ia menyampaikan, Nabi Ibrahim Alaihi Salam mewariskan kepada umat manusia teladan tentang keteguhan prinsip di tengah terpaan ujian saat menghadapi tantangan untuk mengubah kondisi sosial masyarakat.
Di tengah riuh rendah dunia modern yang menderu layaknya badai, kobaran api ujian Ibrahim Alaihi Salam kini menjelma dalam berbagai bentuknya.
Bisa berupa ketimpangan ekonomi dan kemiskinan, perubahan budaya dan globalisasi, pengangguran, diskriminasi, ketidaksetaraan pendidikan, hingga persoalan-persoalan sosial lainnya.
Namun di balik pekatnya kabut krisis tersebut, tersimpan panggilan luhur bagi setiap jiwa untuk mengasah kepekaan sosial, kepekaan hati nurani, dan kepekaan rohaniah.
"Pengorbanan yang paling mulia bukan penyerahan diri pada arus kekuatan besar gelombang sosial yang sudah mapan, melainkan keberanian untuk tetap berdiri tegak menjaga panji kebenaran dan kemaslahatan semesta," tuturnya.
Di atas segalanya, kata dia, perjuangan ini tak boleh dilakukan dalam kesunyian yang egois, melainkan melalui penguatan solidaritas persaudaraan yang tulus.
Dengan kepedulian dan kebersamaan, kita mampu berjalan melintasi api zaman tanpa hangus oleh api ketidakberdayaan, bagaikan Ibrahim tetap senyum saat Raja Namrud melemparkannya ke dalam api.
Pada puncaknya, Nabi Ibrahim Alaihi Salam diperintahkan untuk mengorbankan putra tercintanya, Ismail.
Peristiwa ini bukanlah tentang kekerasan, melainkan tentang melepaskan keterikatan yang berlebihan terhadap dunia.
Seringkali kepekaan sosial sulit terwujud karena manusia terlalu terikat dengan jabatan, harta, dan ego kelompok.
"Nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk menyembelih sifat-sifat destruktif tersebut," katanya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Ibrahim berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu." Ismail menjawab, "Wahai ayahku, lakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
Bayangkan sejenak, seorang ayah yang telah lama menanti kehadiran seorang anak, bertahun-tahun ia berdoa, hingga akhirnya Allah mengaruniakan seorang putra.
Anak ini tumbuh menjadi penyejuk hati, menjadi harapan hidupnya. Namun, ketika cinta sedang kuat-kuatnya, Allah justru memerintahkan sesuatu yang sangat berat, menyembelih anaknya yang paling dicintainya.
"Ini bukan ujian biasa, ini adalah ujian yang mengguncang hati manusia," katanya.
Musriadi menyebut, roh perjuangan Nabi Ibrahim adalah roh kemanusiaan yang melampaui sekat-sekat geografis.
Dalam falsafah Bugis, dikenal konsep posse wae.
Konsep Ketuhanan ini mengatakan, poli-giri posse wae, natoro ri posse wae.
Filosofi ini mengajarkan bahwa setiap makhluk berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya.
Dalam peristiwa kurban, Ibrahim, penyembelihan Ismail bukanlah sekadar ritual fisik, melainkan simbol penyembelihan keterikatan duniawi yang paling dicintai demi menuju Sang Pencipta.
"Nabi Ibrahim menunjukkan untuk kembali kepada posse wae dengan murni, manusia harus mampu melepaskan ego kepemilikan semu atas apa pun di dunia ini, menyadari bahwa diri dan keturunannya adalah milik Allah semata," sebutnya.
Olehnya itu, ia mengingatkan jangan biarkan Idul Adha berlalu tanpa perubahan dalam diri.
Jangan hanya hewan yang disembelih, tetapi biarkan juga hati yang keras menjadi lembut.
Jangan hanya darah yang mengalir, tetapi biarkan air mata mengalir melihat kemiskinan, kepapaan, dan ketidakberdayaan.
Ia mengutip hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang bersabda:
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh turut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.”
Musriadi menjelaskan, hadis ini menunjukkan solidaritas organik dan kesatuan esensial yang seharusnya mengikat setiap individu dalam komunitas beriman.
Dengan menggunakan metafora medis "satu tubuh", Rasulullah menegaskan bahwa empati bukan sekadar pilihan moral, melainkan konsekuensi logis dari iman yang hidup.
Jika satu bagian kesakitan dan menderita, maka resonansi rasa sakit tersebut menjalar ke seluruh struktur sosial tanpa kecuali.
"Idul Adha bukan hanya membawa pisau sembelihan, tetapi membawa pesan kemanusiaan bahwa agama ini tidak hanya mengajarkan hubungan dengan Allah, tetapi juga mengajarkan air mata siapa yang harus kita hapus," jelasnya.
"Idul Adha mengajarkan keikhlasan bukan hanya di tempat penyembelihan, tetapi juga dalam kepedulian," pungkasnya.
Daftar Jumlah Hewan Kurban per Kecamatan di Kabupaten Soppemg
Kecamatan Lalabata: 177 sapi, 14 kambing.
Kecamatan Marioriwawo: 272 ekor sapi.
Kecamatan Liliriaja: 168 ekor sapi.
Kecamatan Lilirilau: 405 ekor sapi.
Kecamatan Marioriawa: 137 sapi, 14 kambing.
Kecamatan Donri-Donri: 93 ekor sapi, 22 ekor kambing.
Kecamatan Ganra: 107 ekor sapi, 15 kambing.
Kecamatan Citta: 51 ekor sapi.
Total Keseluruhan: 1.410 ekor sapi, 65 ekor kambing (*)
| Warga Royal Sentraland Maros Salat Idul Adha di Masjid Victoria Park, Sembelih 13 Ekor Sapi |
|
|---|
| Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Serahkan 3 Ekor Sapi Kurban untuk Warga Timusu |
|
|---|
| Kapolres Sidrap Siapkan Halaman Polres untuk Salat Iduladha 1447 H |
|
|---|
| Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur Bakal Salat Id di Lapangan Pallantikang Maros |
|
|---|
| Ini Kategori Orang Dinilai Mampu Berkurban saat Idul Adha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-27-Suasana-jelang-IdulaAdha-10-Zulhijjah-1447-Hijriah2026-Masehi-di-Lapangan-Gasis.jpg)