Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kemarau Sulsel

Petani di Sinjai Selatan Terancam Gagal Panen Dampak El Nino

Ia mengungkap, musim panen pertama tahun ini sekitar 80 persen di daerah tersebut gagal capai panen maksimal.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
KEMARAU PANJANG - Petani di Desa Gareccing sedang mengangkat padinya untuk dimesin rontok. Petani di daerah ini mulai khawatir dampak El Nino Godzilla. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, BIKERU - Sejumlah petani di Kecamatan Sinjai Selatan, Sulawesi Selatan mulai khawatir dampak el nino tahun ini.

Pasalnya sawah umumnya mengandalkan air hujan.

Pukul 06.00 Wita, Rabu (1/4/2026) pagi tadi, langit bagian timur tampak bersih.

Pukul 07.00 Wita, sinar matahari di Bikeru Kecamatan Sinjai Selatan terasa panas menyengat, mirip saat kemarau tiba. 

Langit bersih tak ada awan hitam yang menggumpal seperti hari-hari sebelumnya. 

"Jika curah hujan kurang apalagi dampak el nino bisa kami gagal panen," kata salah seorang petani, Muh Asri

Ia mengungkap, musim panen pertama tahun ini sekitar 80 persen di daerah tersebut gagal capai panen maksimal.

"Menjelang padi berbuah lalu terdampak angin kencang dan kekeringan saat padi akan keluar. Bahkan tidak sedikit tanaman padi warga layu dan kering," ungkapnya.

Itulah yang menyebabkan hasil panen kurang maksimal.

Sawah yang terdampak cuaca ekstrem itu adalah sawah tadah hujan.

Tahun ini ini juga debit air sangat berkurang di sungai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai  seluas sawah tadah hujan sebanyak 373 hektar.

Atas khawatiran petani belum direspon Kepala Dinas Pertanian Sinjai, Kamaruddin, terkait langkah strategis yang sarankan ke petani.

El Nino adalah fenomena iklim berupa pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur di atas rata-rata normal.

Fenomena ini menyebabkan angin pasat melemah, memindahkan awan hujan menjauh dari Indonesia ke Pasifik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved