Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pasar Rakyat Batulappa Terbengkalai, Pemkab Sidrap Bakal Jadikan Pasar Hobi

Pasar yang berada sekitar 1,2 kilometer di sebelah barat Kompleks SKPD, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
PASAR TERBENGKALAI-Terlihat Pasar Rakyat di Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap terbengkalai dan tidak ada proses transaksi jual beli, Senin (25/5/2026). Pasar itu ditinggalkan karena pedagang minim mendapatkan keuntungan karena pembeli sepi. Lokasi terlalu jauh juga menjadi salah satu penyebabnya.  

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP Pasar Rakyat Batulappa yang dibangun pada masa pemerintahan Bupati Sidrap, Rusdi Masse, kini tampak terbengkalai dan nyaris tanpa aktivitas, Senin (25/5/2026).

Pasar yang berada sekitar 1,2 kilometer di sebelah barat Kompleks SKPD, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap itu tidak lagi menjadi pusat transaksi masyarakat.

Kondisinya memprihatinkan.

Sejumlah bangunan ditumbuhi semak belukar, gerbang pasar terlihat rusak, sementara papan nama pasar mulai lapuk dengan huruf-huruf yang terlepas satu per satu.

Suasana di lokasi pun tampak sepi dan tidak terawat, jauh berbeda dibanding saat awal pasar tersebut dioperasikan.

Sepinya Pasar Rakyat Batulappa disebut dipengaruhi minimnya jumlah pembeli yang datang ke lokasi.

Kondisi itu membuat para pedagang perlahan meninggalkan lapak mereka karena pendapatan yang tidak lagi menjanjikan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sidrap, Muhammad Fajri Salman, mengatakan lokasi pasar dinilai terlalu jauh dari pusat keramaian masyarakat.

“Permukiman di sekitar kawasan SKPD masih belum terlalu padat. Selain itu, akses pasar juga cukup jauh dijangkau masyarakat sehingga warga lebih memilih berbelanja di Pasar Pangkajene yang sudah menjadi pusat perdagangan utama di Sidrap,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Fajri mengaku menyayangkan kondisi tersebut.

Sebab, Pasar Rakyat Batulappa sempat beroperasi pada 21 Februari 2025 dan diisi ratusan pedagang.

“Pada awal pembukaan, antusias pedagang cukup besar. Kurang lebih ada 500 pedagang yang sempat berjualan di sana. Namun, karena pembeli minim, aktivitas pasar perlahan menurun hingga akhirnya banyak pedagang memilih keluar,” katanya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan, lanjut Fajri, telah melakukan berbagai upaya agar pasar itu kembali hidup dan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Saya sudah berkomunikasi dengan sejumlah pedagang agar kembali mengisi kios-kios di Pasar Rakyat Batulappa. Kami ingin pasar ini kembali aktif dan menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Sidrap,” jelasnya.

Sebagai solusi, Dinas Perdagangan berencana mengubah konsep pasar tersebut menjadi pasar hobi dan pasar komoditas.

Nantinya, pasar akan difokuskan untuk penjualan burung hias, perlengkapan hobi, hingga komoditas kebutuhan masyarakat seperti telur dan hasil peternakan.

Konsep itu dinilai dapat menjadi daya tarik baru sekaligus membedakan Pasar Rakyat Batulappa dengan pasar tradisional lain yang sudah lebih dahulu berkembang.

Meski demikian, rencana tersebut masih menunggu persetujuan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

“Mudah-mudahan tahun ini Pasar Rakyat Batulappa bisa kembali beroperasi. Kami akan mengajukan konsep pengembangannya terlebih dahulu kepada Pak Bupati agar ada langkah penataan yang lebih maksimal,” tutup Fajri.

Kini, Pasar Rakyat Batulappa yang dahulu sempat menjadi harapan baru bagi para pedagang hanya menyisakan bangunan sunyi yang dipenuhi semak dan kenangan aktivitas jual beli yang pernah ramai (*)

 

Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved