Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Jamaah Haji Sidrap Tempati Maktab 60 Mina, Suhu Capai 45 Derajat

Kloter 40 UPG menempati Maktab 60 Mina yang dibagi menjadi tiga bagian dengan total 393 jamaah.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
HAJI 2026 - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Abdul Karim Ashri berada di Maktab 60, tenda Mina untuk Kloter 40 UPG, Senin (25/5/2026). Tenda tersebut akan diisi oleh Kloter 40 UPG yang juga termasuk di dalamnya jamaah asal Sidrap.  

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Jamaah haji reguler asal Indonesia telah menempati tenda masing-masing di Mina, termasuk jamaah Kloter 40 UPG yang di dalamnya terdapat jamaah asal Kabupaten Sidrap, Senin (25/5/2026).

Mina sendiri berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur Kota Makkah, Arab Saudi.

Kawasan ini dikenal sebagai “Kota Tenda Terbesar di Dunia” karena menjadi tempat bermukim sementara jutaan jamaah haji dari berbagai negara selama rangkaian ibadah haji berlangsung.

Kloter 40 UPG menempati Maktab 60 Mina yang dibagi menjadi tiga bagian dengan total 393 jamaah.

Rinciannya, tenda pertama diisi 185 jamaah, tenda kedua 128 jamaah, dan tenda ketiga 80 jamaah.

Tenda-tenda tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti toilet, dapur umum, tempat sampah, klinik kesehatan, hingga layanan pemandu bus menuju Arafah.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Abdul Karim Ashri, menjelaskan bahwa penempatan tenda di Mina telah diatur berdasarkan kloter untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jamaah.

“Jadi, kami sudah mengatur sedemikian rupa agar jamaah haji Indonesia mendapatkan kenyamanan dan keamanan yang layak. Posisi tenda juga disesuaikan berdasarkan aturan kloter,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Puncak ibadah haji berlangsung di Arafah pada 9 Zulhijjah melalui rangkaian wukuf, dimulai sejak azan Zuhur hingga matahari terbenam.

Setelah wukuf di Padang Arafah, jamaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam sekaligus mengumpulkan batu kerikil yang nantinya digunakan untuk melontar jumrah di Mina.

Jarak dari Maktab 60 Kloter 40 UPG menuju lokasi pelemparan jumrah sekitar 2 kilometer untuk perjalanan pergi dan sekitar 3 kilometer saat kembali.

Petugas haji juga mengimbau jamaah Indonesia agar mematuhi pengaturan waktu yang telah ditetapkan demi menghindari kepadatan di kawasan Mina.

“Mulai pukul 09.30 hingga 15.50 WAS, jamaah Indonesia dilarang keluar untuk melempar jumrah karena waktu tersebut digunakan jamaah dari negara lain,” kata Karim.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi risiko penumpukan jamaah di terowongan Mina yang menjadi jalur utama menuju lokasi jamarat.

Selain itu, jamaah diminta menyiapkan perlengkapan pribadi seperti air minum, payung, topi, dan kacamata guna menghindari dehidrasi serta paparan panas ekstrem.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved