Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Idul Adha 2026

Profil Irwan Muhammad Ali Imam Salat Iduladha 2026 di Stadion Ganggawa Sidrap

Seorang ulama dan pendidik yang telah lama mengabdikan diri dalam pembinaan umat dan pendidikan Islam di Kabupaten Sidrap.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
IMAM IDULADHA -Irwan Muhammad Ali Imam Besar Masjid Agung Kabupaten Sidrap, Selasa (26/5/2026). Ia dipercaya menjadi Imam Salat Iduladha 2026 di Stadion Ganggawa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Imam Salat Iduladha 1447 Hijriah di Stadion Ganggawa, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, tahun ini diemban Ustaz Irwan Muhammad Ali.

Seorang ulama dan pendidik yang telah lama mengabdikan diri dalam pembinaan umat dan pendidikan Islam di Kabupaten Sidrap.

Pria kelahiran Pangkajene, 9 Januari 1971 itu dikenal luas sebagai Imam Besar Masjid Agung Sidrap sejak tahun 2009 atau telah mengemban amanah tersebut selama 17 tahun.

Di tengah aktivitasnya sebagai imam besar, Ustaz Irwan juga menjalankan tugas pokok sebagai tenaga pendidik di Madrasah Aliyah DDI Pangkajene.

Tak hanya itu, sebagai lulusan Al-Azhar Kairo, Mesir ia juga memimpin Pondok Tahfidz Quran Darul Imam dan Madinatul Imam, yang menjadi tempat pembinaan generasi muda dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an.

Dalam kehidupan keluarganya, Irwan Muhammad Ali didampingi sang istri, Napsiah, serta dikaruniai tiga orang anak laki-laki.

Bagi masyarakat Sidrap, sosok Irwan Muhammad Ali dikenal sederhana, tenang dalam bertutur, namun kuat dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman.

Kehadirannya sebagai imam Salat Iduladha di Stadion Ganggawa dinilai membawa makna persatuan dan kebersamaan umat.

Menurutnya, pelaksanaan Salat Iduladha di lapangan merupakan bagian dari sunnah Nabi Muhammad SAW selama tempat tersebut mampu menampung jamaah dalam jumlah besar.

“Sunnah Nabi kita itu pelaksanaan salat Id di lapangan, selama lapangan memungkinkan untuk khalayak ramai. Tujuannya adalah kebersamaan umat,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, ia menilai masjid tetap dapat menjadi pilihan utama apabila memiliki kapasitas dan fasilitas yang lebih memadai bagi jamaah.

“Tetapi kalau masjid lebih besar daripada lapangan, kemudian fasilitasnya lebih nyaman dan memadai, tentu masjid lebih diutamakan. Seperti yang sekarang dilakukan di Mekkah dan Madinah,” katanya.

Bagi Irwan Muhammad Ali, Iduladha bukan sekadar momentum ibadah kurban.

Tetapi juga waktu untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kepedulian sosial, dan menyatukan hati umat dalam semangat pengorbanan serta keikhlasan kepada Allah SWT (*)

Profil:

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved