Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Idul Adha 2026

Penjual Daun Pisang Raup Untung Jelang Iduladha, Satu Ikat Dijual Rp40 Ribu

Mulai dari aneka bumbu masakan hingga berburu daun pisang yang menjadi bahan penting dalam pembuatan burasa’.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
DAUN PISANG -Penjual daun pisang di Pasar Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Senin (25/5/2026). Jelang Iduladha, penjual di Pasar Sentral Pangkajene menambah daun pisang sebagai komoditas jualannya yang jadi incaran emak-emak Sidrap untuk dijadikan burasa’  

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, suasana Pasar Sentral Pangkajene di Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, tampak lebih ramai dari biasanya, Senin (25/5/2026).

Masyarakat berbondong-bondong datang membeli kebutuhan dapur untuk persiapan hari raya.

Mulai dari aneka bumbu masakan hingga berburu daun pisang yang menjadi bahan penting dalam pembuatan burasa’.

Daun pisang kini menjadi salah satu komoditas yang paling dicari para emak-emak.

Nantinya, daun tersebut digunakan untuk membungkus burasa’, makanan tradisional khas Bugis-Makassar yang hampir selalu hadir dalam sajian Iduladha.

Burasa’ sendiri merupakan kuliner khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari beras yang dimasak menggunakan santan kental dan garam, lalu dibungkus dengan daun pisang.

Lalu diikat berpasangan, kemudian direbus selama berjam-jam hingga matang sempurna.

Aroma khas daun pisang yang menyatu dengan gurihnya santan menjadikan burasa’ memiliki cita rasa yang lekat dengan suasana hari raya.

Salah satu penjual daun pisang di pasar tersebut, Norma, mengaku sengaja menambah stok dagangannya karena permintaan masyarakat meningkat drastis menjelang Lebaran Iduladha.

“Karena sudah mendekati lebaran, saya jual daun pisang supaya ibu-ibu tidak perlu lagi repot cari atau ambil sendiri. Tinggal dipakai membungkus burasa’,” ujar Norma.

Ia menjual satu ikat daun pisang seharga Rp40 ribu yang berisi 10 lembar daun.

Menurutnya, harga tersebut sebanding dengan tenaga dan waktu yang dibutuhkan untuk mengambil daun pisang sebelum dijual kembali di pasar.

“Karena saya ambil sendiri juga pakai tenaga, jadi saya hitung biaya jasanya juga. Makanya harganya segitu,” tambahnya.

Selain daun pisang, sejumlah bahan pokok lain seperti sayuran, bawang merah, bawang putih, tomat, cabai, hingga rempah-rempah juga mengalami peningkatan permintaan.

Seluruh bahan tersebut menjadi pelengkap utama hidangan khas Iduladha yang akan tersaji di rumah-rumah warga.

Tradisi menyiapkan burasa’ menjelang Iduladha bukan sekadar urusan kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Bugis yang terus dijaga dari generasi ke generasi (*)

Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved