Iduladha 1447 H
Harga Tomat hingga Sawi Melambung Jelang Iduladha, Pedagang Berharap Pemerintah Turun Tangan
Beberapa pedagang memilih tidak lagi menyetok tomat karena harga dinilai terlalu tinggi dan pasokan mulai berkurang.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Sakinah Sudin
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada sayuran segar.
Sejumlah kebutuhan dapur kemasan juga naik.
Kecap botol untuk bakso yang naik dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu.
Santan instan dari Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu per bungkus.
“Mungkin karena biaya produksinya naik. Jadi kita terima saja, apa boleh buat,” tambah Nurlia.
Pedagang berharap pemerintah turun tangan menstabilkan harga bahan pokok di pasar.
Mereka berharap harga dari pemasok dapat lebih terkendali.
Tidak hanya menjelang Idul Adha, tetapi juga pada hari-hari biasa.
Agar pedagang tetap memperoleh keuntungan dan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga.
Salah satu pembeli di pasar, Hj. Ratna, menyoroti kenaikan harga.
Kata dia, jika membeli dalam jumlah sedikit kenaikan harga tidak terlalu terasa.
"Kalau sudah ambil kiloan itu kadang saya bilang dalam hati kenapa ini barang sekarang sudah terlalu tinggi," kata Ratna.
"Tapi apa mau dikata. Kita juga butuh untuk keperluan dapur,” jelasnya sambil memilih sayuran. (*)
Laporan Reporter Tribun-Timur.com, Hardiyanti Kamaluddin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260508-Harga-Tomat-hingga-Sawi-Melambung-Jelang-Iduladha.jpg)