Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Aspal Naik

Harga Aspal Naik Tajam, Pemkab Sidrap Siapkan Penyesuaian Proyek Jalan

Tingginya ketergantungan impor aspal dan inflasi bahan baku juga menjadi faktor pemicu kenaikan harga.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
ASPAL SIDRAP - Sejumlah truk berjejer di ruas jalan aspal Pangkajene, Sidrap, Kamis (7/5/2026). Penkab Sidrap masih memantau perkembangan harga aspal sebelum mengambil langkah lanjutan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Harga aspal di sejumlah daerah mengalami lonjakan cukup tinggi pada Mei 2026, Kamis (7/5/2026).

Kenaikan harga aspal bahkan disebut mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan sebelumnya.

Lonjakan harga tersebut dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah dunia. 

Aspal sendiri merupakan produk turunan minyak bumi atau bitumen.

Selain itu, ketegangan geopolitik global turut memengaruhi pasokan energi dunia. 

Tingginya ketergantungan impor aspal dan inflasi bahan baku juga menjadi faktor pemicu kenaikan harga.

Di Kabupaten Sidrap, sejumlah proyek perbaikan jalan di beberapa titik kerusakan masih belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sidrap, Abdul Rasyid.

Membenarkan adanya kenaikan harga aspal yang berdampak pada pelaksanaan pekerjaan infrastruktur.

“Memang ada kendala ketika harga aspal naik. Kondisi ini tentu membutuhkan penyesuaian atau eskalasi perubahan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pemerintah daerah masih memantau perkembangan harga aspal sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Kami masih melihat perkembangan situasi. Untuk proyek yang kontraknya sudah ditandatangani, harganya masih menggunakan harga sebelumnya. Namun, ke depan tentu akan disesuaikan dengan kondisi pasar,” tambahnya.

Sementara itu, kerusakan jalan di sejumlah wilayah Sidrap masih dikeluhkan warga.

Salah seorang warga Bilokka, Irma Dwi Putri, berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap jalan rusak di wilayahnya.

“Jalan poros di Bilokka seperti kurang mendapat perhatian. Saat siang hari, debunya sangat mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar,” ungkapnya.

Masyarakat berharap, pemerintah Kabupaten Sidrap dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. 

Agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan, di tengah kenaikan harga aspal yang masih berlangsung. (*)

Laporan Reporter TribunSidrap: Hardiyanti Kamaluddin

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved