Kisah Andi Arung, Remaja Selayar Korban TPPO di Kamboja yang Berhasil Pulang
Tergiur tawaran kerja bergaji tinggi di media sosial, seorang remaja asal Takabonerate, Kepulauan Selayar, justru menjadi korban TPPO di Kamboja.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Andi Arung (18), warga Dusun Bangko, Desa Batang, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.
- Ia tergiur tawaran kerja bergaji tinggi melalui media sosial.
- Setelah dipaksa bekerja sebagai operator judi online dan mengalami kekerasan, ia berhasil kabur dan meminta perlindungan KBRI hingga akhirnya dipulangkan ke Indonesia.
TRIBUNSELAYAR.COM - Bupati Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Muh Natsir Ali, menyambut kepulangan Andi Arung (18) di Kantor Bupati Selayar, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (7/3/2026).
Andi Arung merupakan warga Dusun Bangko, Desa Batang, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja pada November 2025 lalu.
Penyambutan itu berlangsung haru sekaligus menjadi momen penuh pelajaran.
Setelah sempat menjadi korban dugaan perdagangan orang di Kamboja, Andi Arung akhirnya berhasil melarikan diri dan kembali ke tanah air.
Kepulangannya disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar.
Kepulangan Andi Arung tidak terlepas dari koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.
Melalui komunikasi dan pendampingan yang dilakukan, proses pemulangan Andi Arung dapat berjalan lancar hingga akhirnya tiba kembali di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Peristiwa ini bermula pada pertengahan November 2025.
Saat itu Andi Arung berkenalan dengan seseorang melalui media sosial yang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi.
Tanpa menyadari risiko yang ada, ia kemudian berangkat dari Makassar dengan harapan bekerja di Morowali.
Di hadapan Bupati Natsir Ali, Andi Arung menceritakan awal kepergiannya.
Kisah perjalanan itu juga disaksikan sejumlah pegawai Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, orang dekat Bupati, serta tokoh masyarakat Selayar.
Ia mengaku awalnya dijanjikan bekerja di salah satu perusahaan tambang di Morowali dengan gaji yang cukup tinggi.
Tanpa menaruh curiga bahwa tawaran tersebut merupakan aksi penipuan perdagangan orang, ia pun berangkat dari Makassar.
Namun bukannya tiba di Morowali, Andi Arung justru dibawa ke Kamboja.
| Munafri Arifuddin Tinjau TPA Antang, Targetkan Transformasi dari Open Dumping ke Sanitary Landfill |
|
|---|
| Reza Gabung PSM Makassar atau Persebaya? Syamsuddin Umar: Keputusan di Tangan Pelatih dan Pemain |
|
|---|
| Dapur MBG Polres Parepare Beroperasi Sebelum Kantongi Sertifikat Sanitasi |
|
|---|
| 4 Dapur MBG di Parepare Berani Beroperasi Tanpa Sertifikat Higiene Sanitasi, Termasuk SPPG Polres |
|
|---|
| 17.094 Anak di Bone Tak Bersekolah, Dinas Pendidikan Luncurkan Gerakan SIAMASEI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-10-maret-topo.jpg)