Ramadan
Jika Sudah Sholat Witir, Apa Boleh Sholat Tahajud? Ini Penjelasannya
Witir biasanya menjadi rangkaian akhir setelah sholat tarawih dan dianjurkan sebagai penutup seluruh ibadah malam.
Ringkasan Berita:
- Sholat witir adalah sunnah malam dengan rakaat ganjil dan biasanya menjadi penutup tarawih di bulan Ramadhan.
- Penceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan hukum sholat Tahajud setelah melakukan sholat Witir.
TRIBUN-TIMUR.COM - Sholat witir merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari dengan jumlah rakaat ganjil.
Di bulan Ramadhan, witir biasanya menjadi rangkaian akhir setelah sholat tarawih dan dianjurkan sebagai penutup seluruh ibadah malam.
Masih banyak umat Islam yang bertanya, apakah seseorang masih boleh sholat tahajud setelah menunaikan witir?
Sholat tahajud hukumnya sunnah muakkad yang dilaksanakan pada malam hari atau sepertiga malam terakhir setelah terjaga dari tidur.
Sholat ini dapat dikerjakan minimal dua rakaat dan bukan merupakan bagian dari salat wajib lima waktu.
Penceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan hukum sholat Tahajud setelah melakukan sholat Witir yang mana jadi penutup sholat Tarawih di bulan Ramadhan.
Menurut Ustadz Abdul Somad, sholat Tahajud hukumnya boleh dilaksanakan usai sholat Witir meski Witir adalah penutup sholat di malam hari.
Baca juga: Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-8 Ramadhan: Dapat Pahala Setara Pahala Nabi Ibrahim AS
Menurut Ustadz Abdul Somad, hal tersebut pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW.
Dikatakan, seseorang yang telah sholat Tarawih dan ditutup Witir, kemudian pulang lalu tidur dan ingin mengerjakan sholat Tahajud, hukumnya mubah atau boleh.
"Apa dalilnya? Karena Nabi SAW pernah sholat Tahajud setelah Witir, apakah nanti setelah Tahajud ditutup lagi dengan Witir? Tidak," jelas Ustadz Abdul Somad dilansir dari kanal youtube Takzim Ulama.
Hal ini sebagaimana hadits shahih berikut:
عَنْ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ لاَ وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ.
Dari Talq Ibn ‘Ali (diriwayatkan) ia berkata: Saya mendengar Nabi saw bersabda: Tidak ada dua witir dalam satu malam [H.R. Ahmad nomor 15696, Abu Dawud nomor 1227, at-Tirmidzi nomor 432, dan an-Nasai nomor 1661].
Niat Sholat Tahajud
Bagi yang melafadzkan niat, niat shalat tahajud adalah sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatat tahajudi rok’ataini lillahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala”
Tata Cara Sholat Tahajud
Sholat Tahajud dapat dilaksanakan sebagaimana shalat-shalat sunnah lainnya, yaitu dua rakaat salam.
Nah, berikut ini tata cara sholat tahajud dilansir Tribun-Timur.com dari laman kemenag.go.id:
1. Baca niat Sholat Tahajud
2. Lanjutkan dengan melakukan Takbiratul Ihram (membaca Allahuakbar sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga).
3. Membaca doa iftitah.
4. Membaca surah Al-Fatihah.
5. Membaca surat-surat pendek Al-Quran seperti An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surat pendek apa saja dalam Al Quran.
6. Lakukan langkah-langkah sholat pada umumnya seperti rukuk dan sujud yang lalu rakaat kemudian disamakan dengan rakaat pertama (kecuali doa iftitah).
7. Lakukan tahiyat akhir dan salam.
8. Selanjutnya, Anda disunahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, sholawat, istigfar, lalu membaca doa sholat tahajud.
Berikut ini doa yang dipanjatkan Rasulullah ﷺ berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim sebagaimana berikut:
اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqâ’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ‘atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”
(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)
| Rahasia Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-26 Ramadhan yang Jarang Diketahui |
|
|---|
| Safari Ramadan di Galesong, Hengky Yasin Serahkan Bantuan untuk Warga dan Masjid Nurul Ilmih |
|
|---|
| Ramadan Synergy di Four Points by Sheraton Makassar, Berbagi dengan Anak Panti Asuhan |
|
|---|
| Masuk 10 Malam Terakhir Ramadhan, Ini Keistimewaan Sholat Tarawih Malam ke-23 |
|
|---|
| Ribuan Jamaah Ikuti Malam Pertama Itikaf di Masjid Raya Makassar, 2 Imam Asal Mesir Pimpin Tahajud |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SHOLAT-TARAWIH-Ilustrasi-suasana-sholat-tarawih-Ramadhangu.jpg)