Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 1447 H

Waktu Tepat Sahur Anjuran Rasulullah, Berlimpah Keberkahan

Kebiasaan Rasulullah SAW menjadi panduan penting bagi umat Muslim dalam menjalankan puasa Ramadan 1446 H/2025.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com/MIDJOURNEY
SAHUR RAMADAN - Kapan waktu sahur Ramadhan paling tepat. Berikut kebiasaan Rasulullah SAW, sekaligus menjadi panduan penting bagi umat Muslim dalam menjalankan puasa Ramadan 1446 H/2025. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kapan waktu sahur Ramadhan paling tepat?

Kebiasaan Rasulullah SAW menjadi panduan penting bagi umat Muslim dalam menjalankan puasa Ramadan 1446 H/2025.

Sahur bukan sekadar aktivitas makan untuk menahan lapar dan haus sebelum berpuasa.

Dalam Islam, sahur merupakan bagian dari sunnah yang sangat dianjurkan.

Anjuran ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

“Tasahharu fainna fissahuri barakatan.”

Artinya: “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”

Lalu, jam berapa waktu sahur yang paling tepat?

Mengutip penjelasan dari laman resmi Baznas, waktu sahur dimulai sejak pertengahan malam hingga sebelum masuk waktu Subuh.

Namun, waktu yang paling utama adalah mendekati fajar atau di akhir malam.

Rasulullah SAW dikenal mengakhirkan sahur. Beliau juga menganjurkan umatnya melakukan hal serupa. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Anas bin Malik RA menuturkan bahwa Zaid bin Tsabit RA berkata:

“Kami makan sahur bersama Nabi SAW, kemudian beliau berdiri untuk shalat.”

Anas bertanya, “Berapa lama jarak antara sahur dan shalat Subuh?”

Zaid menjawab, “Sekitar bacaan lima puluh ayat.”

Dari keterangan ini, para ulama memperkirakan jarak sahur dengan azan Subuh sekitar 10–15 menit. Artinya, mengakhirkan sahur mendekati waktu Subuh menjadi pilihan yang paling dianjurkan.

 Keutamaan Sahur

Sahur tidak hanya bernilai fisik, tetapi juga memiliki banyak keutamaan secara spiritual.

1. Mengandung Keberkahan

Rasulullah SAW bersabda:

“Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keberkahan yang dimaksud mencakup kekuatan tubuh, ketenangan hati, hingga pahala karena mengikuti sunnah.

2. Pembeda dengan Puasa Ahli Kitab

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Perbedaan antara puasa kita dan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)

Sahur menjadi ciri khas puasa umat Islam sekaligus identitas ibadah yang membedakannya dengan umat lain.

3. Menjaga Kekuatan Selama Berpuasa

Secara fisik, sahur membantu tubuh memiliki cadangan energi untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. Tanpa sahur, seseorang lebih rentan merasa lemas dan sulit berkonsentrasi.

4. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Waktu sahur berada di sepertiga malam terakhir, yang dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Rabb kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, selain makan dan minum, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar di waktu sahur. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved