Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan

Dibangun 1986, Masjid Jami'ul Islam Hadirkan Menu Buka Puasa Tiap Harinya Selama Ramadan

Masjid yang berhadapan dengan Pasar Toddopuli Raya ini, memiliki luas bangunan 23x33 meter di atas lahan seluas di atas 50x50 meter.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
MASJID MAKASSAR - Suasana Masjid Jami'ul Islam Jl Toddopuli Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026) sore. Masjid yang dibangun 1986 ini menyediakan buka puasa selama Ramadan. 


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah masjid di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berbenah jelang ramadan 1447 Hijriah yang diprediksi mulai pada 18 Februari 2026.

Tidak terkecuali Masjid Jami'ul Islam Jl Toddopuli Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Masjid ini mulai dibangun pada 1986 dan resmi digunakan setahun kemudian, pada 1987.

Selama 39 tahun, masjid ini telah mengalami dua kali renovasi atau perombakan.

Wakil Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Mudatsir (70) mengatakan, awalnya lahan masjid merupakan milik Perumnas.

Kemudian diserahkan ke Pemda dan dibangun oleh Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila pada 1986 dan mulai digunakan pada 1987.

Selama 39 tahun berdiri, kata Mudatsir, Masjid Jami'ul Islam sudah dua kali mengalami perombakan besar-besaran.

Baca juga: Pengurus Masjid Tua Katangka Gowa Bersih-Bersih Sajadah Sambut Ramadan

Mulai dari perluasan masjid dikerjakan sekitar Tahun 2010.

Lalu lanjut renovasi pada 2016, dengan menambah bangunan masjid menjadi lantai dua yang kemudian rampung pada 2019.

"Sudah dua kali perombakan besar-besaran, tapi untuk bagian kubah atas itu tetap tidak dirubah," ujarnya saat ditemui, Minggu (15/2/2026).

Alasan perluasan masjid kata dia, lantaran saat pertama dibangun, luas masjid hanya sekitar 17x17 meter.

"Karena jamaah sudah mulai membludak utamanya hari Jumat, hari Lebaran, dan saat tarwih, pengurus berinisiatif merubah kembali pada 2016 dan mulai normal digunakan pada 2019," terangnya.

Saat ini, masjid yang berhadapan langsung dengan Pasar Toddopuli Raya ini, memiliki luas bangunan 23x33 meter di atas lahan seluas di atas 50x50 meter.

Di lantai dasar masjid, terdiri dari 12 saff dengan per safnya bisa memuat 60 orang.

Artinya, khusus di lantai dasar, masjid ini dapat menampung 720 orang.

Sementara di lantai dua, kata Mudatsir, diperiksakan dapat menampung seper dua dari total jamaah di lantai dasar.

"Jadi sekarang sudah bisa menampung sekitar 1000 orang," kata pensiunan Dosen Teknik UNM ini.

Di momen ramadan tahun ini, kata Mudatsir tidak banyak yang berubah dalam program Amaliah Ramadan Masjid Jami'ul Islam.

Utamanya, dalam hal pelaksanaan buka puasa bersama dan tarwih serta 10 terakhir ramadan untuk salatul lail.

Ayah tiga anak ini mengatakan, saat ramadan nanti, pengurus masjid akan menyiapkan menu takjil buka puasa tiap harinya.

"Setiap hari kita siapkan, dan memang sudah puluhan tahun lah kita melaksanakan buka puasa bersama dan biasanya itu antara 300-400 orang," jelasnya.

Untuk mengisi ceramah tarwih lanjut Mudatsir juga telah disiapkan para pendakwah yang akan diundang.

"Kalau subuh kita tidak isi dengan ceramah karena kita fokusnya ke dzikir. Kecuali hari Ahad itu biasanya memang rutin ada ceramah subuh," tuturnya.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved