Harga Solar Rp315 Ribu, Nelayan Ujung Lero Pinrang Jadi Tukang Batu
Desa Ujung Lero sendiri berjarak sekitar 36 Km dari Ibu Kota Pinrang, Kecamatan Watang Sawitto.
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Imam Wahyudi
Masalah ketersediaan bahan bakar ini kian diperparah dengan kondisi hasil tangkapan ikan yang tidak menentu.
Pendapatan nelayan sering tidak menentu karena harga jual beberapa jenis ikan di pasaran saat ini sedang anjlok.
Saat ini harga ikan tongkol berkisar Rp20 ribu, bahkan bisa merosot hingga Rp15 ribu per kilogram saat musim melimpah.
Anjloknya harga ikan berbanding terbalik dengan biaya operasional satu kali melaut yang mencapai angka Rp10 juta.
Dampak dari mahalnya modal melaut membuat sebagian kapal nelayan terpaksa bersandar di dermaga hingga dua pekan lebih.
Bahkan ada yang sebulan tidak melaut.
Hal senada disampaikan oleh tokoh nelayan setempat, Aji Muharik, yang membenarkan adanya kapal yang sebulan tidak berlayar.
"Iya, ada nelayan yang satu bulan tidak pergi melaut. Harga solar mahal pak, 300 ribu/jeriken kita belikan di pengecer," ketus Aji Muharik.
Nelayan Desa Ujung Lero berharap pemerintah segera mempermudah regulasi penyaluran solar subsidi agar mereka bisa kembali bekerja normal.(*)
| Solar Langka, Sopir Truk Tujuan Manado dan Kolaka Menginap di SPBU Kasuarrang Maros |
|
|---|
| Kreatif Ogah Jiplak, Konveksi Jersey di Pinrang Kebanjiran Berkah Piala Dunia |
|
|---|
| Rupiah Anjlok hingga Isu MBG, Mahasiswa di Pinrang Siapkan Aksi Susul Demo Jakarta |
|
|---|
| Solar Langka dan Harga Eceran Rp20 Ribu, Nelayan Bontoa Maros Tak Melaut |
|
|---|
| Di Tengah Seruan Aksi Nasional, Polres Pinrang Belum Terima Pemberitahuan Demo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/solar-mahal-nelayan-pinrang-jadi-tukang-batu.jpg)